Jombang (beritajatim.com) – Jombang sebagai sebagai lumbung pangan nasional mendapat perhatian khusus dari Kementerian Pertanian (Kementan). Bahkan Kabupaten Jombang menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang mendapat prioritas peningkatan hasil panen.
Selama ini panen padi yang optimal yaitu dua kali selama musim penghujan di Kecamatan Megaluh, Plandaan, dan Kecamatan Ploso. Karena menjadi priritas peningkatan hasil panen, Bupati Jombang Warsubi menargetkan panen tiga kali.
Salah satu program untuk menopang target tersebut adalah LMS (Listrik Masuk Sawah). Percepatan listrik masuk ke area persawahan demi memasok energi untuk mengoptimalkan pompanisasi dalam pengairan pertanian secara modern.
Abah Bupati, panggilan akrab Warsubi menjelaskan, berdasarkan berbagai pengalaman praktik lapangan dalam menggunakan energi untuk proses budidaya di sawah, petani merasakan lebih hemat menggunakan energi listrik, dibandingkan bahan bakar minyak dan gas.
“Target kami dapat panen tiga kali, dengan dibantu listrik masuk sawah. Kita sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertanian,” tutur Abah Bupati saat bertemu dengan para jurnalis dari PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) dan IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia) setempat, Sabtu (22/3/2025).
Saat ini, lanjut Bupati Jombang, panen padi di Jawa Timur secara keseluruhan dari 9 juta ton. Oleh Kementan, ditarget menjadi 11 juta ton. Terkait peningkatan target panen, Kabupaten Jombang dan Kabupaten Jember termasuk daerah yang menjadi prioritas.
Segala potensi pertumbuhan di segala bidang termasuk pertanian ini, diharapkan dapat menarik minat investor untuk menanamkan modal di Jombang.
“Kami sudah mendapat arahan dari Kementan terkait mekanisasi pertanian diperlukan tenaga dan sumber energi yang lebih murah dan mudah didapat. Makanya saat ini digencarkan program listrik masuk sawah,” katanya. [suf]






