Mojokerto (beritajatim.com) – Selama bulan Februari 2025, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto mencatat terjadi inflasi sebesar 0,46 persen. Salah satu komoditas penyumbang tertinggi inflasi di Kabupaten Mojokerto yakni kenaikan harga beras.
Kepala Bappeda Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi menjelaskan, selain kenaikan harga beras, komoditas penyumbang inflasi di bulan Februari yakni daging ayam ras, bensin, biaya administrasi buku tabungan, popok dewasa, mainan anak, tahu mentah, wortel, emas perhiasan, dan tepung bumbu.
“Karena banyak acara seperti bazar, dan tingginya permintaan dari sektor restoran serta warung makan membutuhkan lebih banyak pasokan beras selama bulan puasa. Selain itu juga penetapan harga HPP GKP di tingkat petani,” ungkapnya, Kamis (6/3/2025).
Kebijakan pemerintah yang menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram di tingkat petani turut berperan. Kebijakan tersebut bertujuan memberikan harga adil bagi petani dan mendukung ketahanan pangan, namun dapat menyebabkan peningkatan harga beras di pasar.
“Ini terjadi karena adanya biaya distribusi, pengolahan, dan margin keuntungan lebih tinggi harus diterima oleh para pelaku pasar untuk menyesuaikan dengan harga yang ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan komoditas mengalami penurunan harga rata-rata dari bulan lalu yaitu cabai rawit,” katanya.
Bambang menambahkan, komoditas penyumbang deflasi tertinggi di Kabupaten Mojokerto pada bulan Februari 2025 adalah cabai rawit mengalami penurunan harga. Penurunan harga ini disebabkan oleh faktor supplay and demand, dimana persediaan cabai rawit yang melimpah akibat panen raya menyebabkan harga turun.
“Selain cabai rawit, sejumlah komoditas juga mengalami penurunan harga di bulan Februari 2025. Diantaranya, bawang merah, telur ayam ras, tomat sayur, bahan bakar rumah tangga, buncis, kol putih atau kubis, bandeng atau bolu serta kelapa,” ujarnya.
Adapun laju inflasi tahun kalender (kumulatif) Kabupaten Mojokerto dari bulan Januari 2025 hingga bulan Februari 2025 sebesar 0,73 persen dan laju inflasi tahun ke tahun (YoY) periode bulan Februari 2024 sampai bulan Februari 2025 sebesar 1,97 persen. [tin/aje]






