Bojonegoro (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro terpilih, Setyo Wahono dan Nurul Azizah, dalam Rapat Paripurna DPRD setempat.
Acara ini juga menandai serah terima jabatan dari Penjabat Bupati Adriyanto kepada kepemimpinan baru, dengan Gubernur sebagai saksi penandatanganan berita acara.
Dalam pidatonya, Khofifah menekankan tiga prioritas strategis bagi Bojonegoro: akselerasi pertumbuhan ekonomi, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan penyusutan angka kemiskinan secara sistematis. Gubernur meminta Pemkab Bojonegoro segera menyelesaikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dalam enam bulan, dengan prinsip selaras dengan RPJMD Provinsi Jatim dan RPJMN (Rencana Nasional), mengakomodasi visi Asta Cita Pemprov Jatim, serta menjadi acuan program prioritas 2025-2030.
“RPJMD Provinsi akan rampung dalam tiga bulan sebagai referensi kabupaten/kota. Sinergi kebijakan pusat-provinsi-daerah kunci keberhasilan pembangunan,” tegas Khofifah, Selasa (4/3/2025).
Gubernur juga mendorong implementasi quick win (program berdampak cepat) sebagai turunan dari 10 program unggulan pasangan kepala daerah, antara lain dapur sehat untuk program makan bergizi gratis, penanganan tuberkulosis (TBC), dan pengembangan sekolah unggul terintegrasi.
“Quick win menjadi bukti kerja nyata di awal masa jabatan. Contohnya, dapur sehat bisa langsung dijalankan dengan memanfaatkan gedung tidak terpakai,” ujarnya.
Khofifah menyoroti sejumlah capaian dan pekerjaan rumah Bojonegoro, seperti pertumbuhan ekonomi yang mencapai 1,67% (2024), di bawah rata-rata nasional (5,11%) dan Jatim (5,5%), tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang turun dari 4,63% (2023) ke 4,42% (2024), IPM yang meningkat dari 71,80 (2023) ke 72,57 (2024), serta kemiskinan yang turun dari 12,18% (Maret 2023) ke 11,69% (Maret 2024), meski masih tertinggi ke-11 se-Jatim.
“Pertumbuhan ekonomi harus didongkrak melalui program inovatif. Sinergi antar-sektor dan kolaborasi multipihak mutlak diperlukan,” tegasnya.
Mengakhiri sambutan, Gubernur mengajak seluruh pihak fokus pada penyiapan SDM kompetitif melalui pendidikan vokasi dan peningkatan akses kesehatan. “Bersama kita wujudkan Bojonegoro yang sejahtera, dengan generasi siap menyambut Indonesia Emas 2045,” tutup Khofifah. [lus/ted]






