Jombang (beritajatim.com) – Memasuki bulan suci Ramadhan 1446 H/2025 M, lonjakan harga cabai kembali menjadi fenomena tahunan yang membebani masyarakat, terutama para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner di Jombang.
Harga cabai rawit pada Selasa (4/3/2025), yang sebelumnya masih berada di kisaran Rp80.000 per kilogram, kini melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp105.000 per kilogram. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan dampak inflasi terhadap daya beli masyarakat, mengingat cabai merupakan salah satu bahan pokok yang banyak dikonsumsi.
Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Pangan untuk memastikan kestabilan harga serta ketersediaan bahan pangan di pasar.
Wakil Bupati Jombang, M. Salmanudin, yang akrab disapa Gus Wabup, bahkan turun langsung memimpin sidak ke Pasar Pon Jombang, Gudang Indomarco, serta Pabrik Beras Sumo PT Sinar Makmur Komoditas di Jelakombo. Sidak ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, termasuk Kapolres Jombang, Dandim 0814, Kepala Kejaksaan Negeri, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang.
Dalam pemantauan di pasar, sejumlah bahan pokok lainnya terpantau masih dalam kondisi stabil, seperti beras medium yang bertahan di harga Rp13.500/kg, bawang merah Rp32.000/kg, minyak goreng Minyakita Rp17.000/liter, serta daging sapi Rp110.000/kg.
Namun, lonjakan harga cabai menjadi sorotan utama, mengingat komoditas ini kerap menjadi indikator fluktuasi harga pangan menjelang hari besar keagamaan.
Gus Wabup menilai, kenaikan harga cabai ini bukan hal baru dan selalu terjadi menjelang Ramadhan akibat kelangkaan pasokan dari petani. “Ini seperti penyakit tahunan, dan ke depan kita harus mencari solusi agar panen cabai bisa lebih terencana. Salah satu langkah yang bisa diambil adalah memastikan ketersediaan stok yang cukup sehingga lonjakan harga bisa ditekan,” ujarnya.
Meskipun harga cabai melonjak, pemerintah menjamin ketersediaan stok bahan pokok lainnya tetap aman hingga Idulfitri. Operasi pasar pun segera digelar dua kali dalam seminggu dengan alokasi 15 ton beras per titik, bekerja sama dengan Perpadi. “Stok beras kita masih lebih dari 120 ton, cukup sampai Lebaran,” tegas Gus Wabup.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tidak panik dalam menghadapi kenaikan harga ini. “Jangan panic buying. Beras aman, minyak aman, cabai juga insyaallah aman. Kalau mahal, konsumsi cabai dikurangi, malah lebih sehat,” selorohnya dengan nada bercanda.
Langkah cepat Pemkab Jombang ini diharapkan mampu meredam gejolak harga dan memberikan kepastian bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih tenang.
Namun, lonjakan harga cabai yang berulang setiap tahun seharusnya menjadi catatan penting bagi pemerintah dan petani untuk mencari solusi jangka panjang agar harga cabai tidak lagi menjadi ancaman ekonomi menjelang hari besar keagamaan. [suf]






