Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menorehkan sejarah sebagai perguruan tinggi pertama yang secara resmi akan membangun kampus di Ibu Kota Nusantara (IKN). Rencananya, pembangunan dimulai tahun 2025 ini.
Hal ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Unesa dan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dalam acara Market Sounding Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) IKN di Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, kemarin.
PKS tersebut melibatkan Unesa dan empat badan usaha lainnya, yaitu PT Brantas Abipraya, PT Puri Persada Lampung, PT Berkah Bersinar Abadi, dan Balikpapan Ready Mix Nusantara. Investasi tahap pertama untuk pembangunan infrastruktur dan pemanfaatan lahan diestimasi mencapai Rp 1,25 triliun.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN, Agung Wicaksono, menjelaskan bahwa PKS ini memberikan kepastian hukum dan menandai dimulainya pembangunan berbagai infrastruktur di IKN, termasuk kampus Unesa.
“Proyek tahap pertama untuk pembangunan area mixed-use, hotel, perkantoran, dan kampus. Pembangunan di kawasan inti pemerintahan 1B dan 1C juga akan dimulai tahun ini,” katanya, Senin (24/2/2025).
Rektor Unesa, Nurhasan, menyatakan komitmen Unesa untuk mendukung pembangunan IKN sebagai kota masa depan yang berkelanjutan. Kampus Unesa di IKN, yang akan menjadi kampus ketujuh mereka, direncanakan dibangun di lahan seluas 4 hektar, sekitar 3,5 kilometer dari lokasi upacara HUT ke-79 RI tahun 2024.
“Ini merupakan komitmen Unesa untuk mewujudkan pembangunan Indonesia yang berketahanan, berkelanjutan, dan berdampak,” ujar Cak Hasan, sapaan Nurhasan.
Kepala OIKN, Mochamad Basuki Hadimuljono, menyampaikan apresiasi atas partisipasi investor dan badan usaha dalam pembangunan IKN. Ia menegaskan bahwa PKS menjamin ketersediaan lahan dan hak pemanfaatan tanah bagi para investor.
“Dengan adanya PKS, berarti tanahnya sudah tersedia dan hak guna bangunannya sudah jelas,” kata Basuki. Ia berharap kerja sama ini akan mempercepat pembangunan IKN. [ipl/kun]






