Gresik (beritajatim.com)- Bangunan Islamic Center Gresik yang berada dipinggir Jalan Raya Desa Kedungpring, Kecamatan Balongpanggang, Gresik, ditanami banyak pohon supaya lebih hijau lagi. Puluhan pohon jenis pule ditanam di sekitar tiga bangunan Islamic Center.
Bangunan yang dulunya sempat mangkrak kini mulai tertata rapi. Sesuai targetnya pemerintah daerah setempat melalui Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Gresik, menargetkan kawasan Islamic Center selesai sebelum akhir tahun, dan segera dibuka untuk umum.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat melakukan peninjauan mengatakan, bangunan pertama Islamic Center yang dilengkapi tempat ibadah Masjid KH. Robbach Maksum sudah bisa difungsikan masyarakat. Hal yang sama bangunan kedua yang tinggal dilengkapi digitalisasi penyebaran agama islam di Gresik.
“Tinggal bangunan ketiga yang anggarannya ikut APBD 2025. Insya Allah bisa selesai sebelum akhir tahun ini,” katanya kepada beritajatim.com, Jumat (14/2/2025).
Gus Yani sapaan akrabnya menambahkan, selain menyelesaikan bangunan ketiga. Nantinya Islamic Center juga dilengkapi dengan konten digitalisasi supaya masyarakat yang berkunjung tidak bosan. Serta kawasannya lebih hijau karena ditanami banyak pohon.
“Sekitar bangunan Islamic Center masih terlihat gersang. Ini tugas kami bersama masyarakat sekitar bagaimana menghijaukan dengan cara menanam pohon,” imbuhnya.
Alasan dasar meneruskan kembali Islamic Center Gresik yang dulunya terbengkalai. Tidak lain menanggalkan ego masing-masing. Semula bangunan digagas oleh pemerintahan mantan Bupati Sambari Halim Radianto pada tahun 2019 dengan menelan anggaran Rp 46 miliar.
Kemudian proyek pembangunan Islamic Center Gresik dilanjutkan kembali. Dua bangunan sudah berdiri dan tertata rapi termasuk akses jalan masuk. Bangunan tersebut diharapkan tidak hanya dimanfaatkan masyarakat Balongpanggang saja. Tapi semua lapisan masyarakat mengingat kedepannya dijadikan tempat edukasi serta wisata murah wisatawan.
“Sekarang banyak warga yang memanfaatkan kawasan Islamic Center sebagai tempat berolahraga. Menjelang bulan ramadan biasanya masyarakat ngabuburit di tempat tersebut,” ungkap Gus Yani.
Kepala Dinas CKPKP Ida Lailatus Sa’diyah menyatakan progres pembangunan Islamic Center terus dilakukan secara bertahap.
“Bangunan pertama sudah selesai, bangunan kedua tinggal diisi konten digitalisasi. Sementara bangunan ketiga tinggal penambahan saja. Sesuai targetnya selesai sebelum akhir tahun,” paparnya.
Sementara itu, Ovi salah satu pelajar asal Kecamatan Balongpanggang mengatakan, dirinya mengapresiasi adanya Islamic center ini karena tidak hanya bangunan museum saja tapi dilengkapi sarana digitalisasi mengenai penyebaran agama islam.
“Keren banget kalau semua bangunan selesai semua bisa buat foto instagramabble cocok buat anak-anak muda. Tadi saya juga menanam pohon supaya kawasannya kedepan lebih hijau lagi,” pungkasnya. [adv/dny]







