Blitar (beritajatim.com) – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur terus berupaya menciptakan sistem kaderisasi yang relevan dengan perkembangan zaman dan teknologi.
Setelah sukses dengan sistem kaderisasi Golden PKL, kini GP Ansor mulai menerapkan sistem Golden PKD. Inovasi ini pertama kali diaplikasikan di PAC Gandusari, Kabupaten Blitar.
Menurut Sekretaris Kaderisasi PW GP Ansor Jatim, Choirul Mubtadi’in, istilah “Golden” terinspirasi dari wacana Indonesia Emas 2045. “Ansor sebagai organisasi kepemudaan harus menyiapkan kader-kadernya untuk menjadi generasi emas,” jelasnya saat ditemui di acara penutupan Golden PKD Ansor Gandusari, Kabupaten Blitar, Senin (27/1/2025).
Transformasi Digital dalam Kaderisasi
Sistem Golden PKD berbeda dari PKD biasa karena mengusung konsep serba digital atau paperless. Mulai dari absensi, penugasan, pretest, akumulasi penilaian, hingga pelaporan, semua dilakukan secara digital melalui aplikasi atau situs web khusus. Setiap peserta memiliki akun pribadi untuk mempermudah proses pembelajaran.
“Semuanya memakai serba digital, tidak ada lagi kertas-kertas yang bertebaran. Sistem ini juga menuntut perangkat yang mendukung dan SDM yang mampu menjalankan digitalisasi,” ungkap Mubtadi’in.
Salah satu keunggulan Golden PKD adalah intensitas pendampingan dari para instruktur. Pendampingan dilakukan mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga pasca pelatihan. Sistem ini juga melibatkan pemateri dan panitia yang kompeten di bidang teknologi.
“Golden ini membutuhkan SDM yang memahami teknologi, baik di level kepanitiaan, instruktur, maupun peserta. Semua harus menyesuaikan dengan era 4.0,” tambahnya.
Mubtadi’in juga mengungkapkan bahwa Golden PKD hadir sebagai respons atas degradasi kualitas kaderisasi sebelumnya. Evaluasi dan riset di lapangan menunjukkan perlunya perubahan mendasar untuk menjawab tantangan masa kini.
Dengan implementasi Golden PKD, GP Ansor berharap mencetak kader-kader yang siap menjadi navigator masa depan. “Besar harapannya, alumni Golden ini nanti adalah menjadi navigator Ansor masa depan atau NU masa depan, dan NU masa depan adalah Ansor masa kini,” tutup Mubtadi’in.
Sistem Golden PKD menjadi langkah konkret GP Ansor Jawa Timur dalam mendukung visi Indonesia maju, sekaligus menjawab kebutuhan kaderisasi di era teknologi. [ian]






