Surabaya (beritajatim.com) – Deltras FC berhasil lolos ke babak 8 besar Liga 2, hal ini usai wasit meniupkan pluit berjalannya pertandingan lanjutan pertandingan yang tertunda antara Deltras FC melawan Persibo Bojonegoro, 11 Januari 2025 lalu.
Namun sayangnya pihak Persibo Bojonegoro tidak mau masuk ke dalam stadion Sasana Krida AAU, Jogjakarta, Sabtu (18/1/2025), mereka hanya berada di depan tunnel sambil kembali memprotes hasil pertandingan.
Sebelumnya Persibo Bojonegoro telah hadir di stadion, namun tim tidak mau mengikuti aturan yang telah ditetapkan dalam setiap pertandingan dimana mereka tidak mengindahkan intruksi matchcom untuk warming up dan memilih berada di dalam locker room dan duduk di luar stadion.
Lalu 10 menit sebelum pertandingan, para pemain Persibo Bojonegoro dan Deltras FC mulai keluar dari tunnel ruang ganti pemain, namun sayangnya para pemain Persibo ini diwakili oleh sang kapten yakni Osas Saha justru malah melakukan protes kepada wasit Agus Fauzan Arifin atas hasil yang didapat di laga sebelum terjadi kericuhan, namun wasit justru mengarahkan para pemain untuk bersiap kick off namun tidak dihirauakan.
Dengan menggunakan kaos bertuliskan “justice4sepakbolaindo” mereka berdiri di depan bench sambil berdiri dan hormat lalu mereka berfoto bersama dan tidak mau melanjutkan pertandingan meskipun tim Deltras FC sudah memasuki area lapangan di posisi indirect freekick lapangan.
Hasilnya, pluit panjang di tiup Deltras FC berhasil mengantongi tiga poin dan melanjutkan pertandingan selanjutnya melawan PSIM , Senin (20/1/20250 di Stadion Mandala Krida, Yogjakarta.
Wasit memustuskan Deltras FC menang wo dan melaju ke babak 8 besar dan berada di grup X bersama dengan PSIM Yogjakarta, Persiraja Banda Aceh dan PSPS Riau, yang akan dimulai, senin (20/1/2025) mendatang. (way/kun)







1 Komentar
Yang rusuh malah bebas sanksi, dan melaju ke 8 besar.😂
sehat sepakbola Indonesia???