Surabaya (beritajatim.com) – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya mencatat adanya lonjakan signifikan dalam jumlah kunjungan rawat jalan pasien kesehatan jiwa anak dan remaja pada tahun 2024.
Data yang diterima RSJ Menur menunjukkan adanya peningkatan 67% dengan total 13.864 kunjungan. Jumlah ini meningkat jika dibandingkan dengan 8.260 kunjungan pada tahun 2023.
Direktur RSJ Menur, drg. Vitria Dewi, menjelaskan bahwa banyak anak dan remaja yang datang ke rumah sakit jiwa ini karena masalah kesehatan mental yang mereka alami, yang sering kali tidak disadari oleh orang tua.
“Anak-anak yang datang ke RSJ Menur biasanya mengalami masalah, yang terkadang tidak diketahui oleh orang tua mereka,” ungkap Vitria kepada beritajatim.com, Jumat (17/1/2025).
Menurut Vitria, masalah yang dialami anak seringkali terdeteksi melalui laporan dari sekolah atau kampus, yang menunjukkan penurunan fokus belajar, absensi yang meningkat, atau adanya perubahan perilaku anak.
Vitria menambahkan, bahwa banyak pula kasus yang berhubungan dengan konflik dalam keluarga, terutama yang melibatkan perceraian orang tua atau kehilangan orang tua karena meninggal dunia.
“Kalau dengan orang tua, biasanya ada hal yang tidak disenangi, tapi anak dipaksa. Banyak juga karena adanya konflik dari orang tua, misalnya bercerai. Dari situ, anak tidak terima hingga terjadi gangguan mental,” ujarnya.
“Faktor yang paling tinggi adalah masalah dalam keluarga. Bisa karena broken home, atau kehilangan orang tua karena meninggal,” tambahnya.
Selain itu, bullying yang terjadi di sekolah atau bahkan di rumah juga menjadi faktor pendorong masalah mental di kalangan anak-anak. Lalu, kecanduan gadget juga banyak mempengaruhi kondisi psikologis mereka.
Vitria menyebut, RSJ Menur tidak hanya fokus pada pengobatan medis untuk anak-anak yang datang dengan gangguan mental, tetapi juga memberikan perhatian lebih pada lingkungan sekitar mereka.
Ia menjelaskan bahwa dukungan dari keluarga, teman di sekolah, serta masyarakat sangat penting dalam proses pemulihan pasien. Sebab, masalah mental tidak hanya disebabkan oleh satu faktor saja.
“Karena itu, kami berupaya membangun lingkungan yang mendukung agar anak-anak bisa mendapatkan sistem dukungan yang optimal. Kami ingin membangun lingkungan yang supporting system,” tambahnya.
Selain memberikan pengobatan yang tepat, RSJ Menur juga melakukan berbagai program edukasi untuk keluarga dan sekolah. Salah satunya adalah family gathering untuk mengedukasi orang tua tentang cara mendampingi anak dengan baik.
“Kami ingin memastikan bahwa setelah anak-anak sembuh dan kembali ke rumah, mereka tidak mengalami kekambuhan. Karena itu, pendampingan bagi keluarga sangat penting,” kata Vitria.
RSJ Menur juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Dharma Wanita, dan PKK untuk menyelenggarakan program edukasi mengenai parenting yang benar. Hal ini untuk memastikan anak-anak yang telah sembuh dapat terus mendapatkan dukungan yang dibutuhkan.
Selain itu, RSJ Menur menekankan pentingnya pencegahan gangguan mental sejak dini. Pemantauan berkelanjutan dilakukan untuk memastikan anak-anak yang pernah dirawat tidak mengalami kekambuhan.
“Jadi, RSJ Menur ini tidak hanya mengobati orang yang datang, terus selesai. Tapi kami pantau, ingatkan, untuk menjaga supaya tidak terjadi kekambuhan. Kami melakukan upaya pencegahan dan mendampingi teman-teman yang mengalami masalah mental,” katanya.
Sebagai catatan, kunjungan rawat jalan pasien kesehatan jiwa anak dan remaja ini tidak sama dengan jumlah orang. Sebab, satu orang pasien dapat berkunjung ke RSJ Menur Surabaya beberapa kali.
Di sisi lain, peningkatan ini juga menunjukkan tingginya perhatian terhadap kesehatan mental anak dan remaja yang semakin menjadi isu krusial di masyarakat. [ipl/suf]






