Surabaya (beritajatim.com) – Pertandingan melawan Persija Jakarta memang menguras banyak emosi dan tenaga bagi para pemain Persebaya Surabaya.
Sejak awal sebelum pertandingan Aji Santoso, sang peracik strategi menekankan kepada para pemainnya jika permainan di bawah pelatih baru, Thomas Doll ini memiliki gaya permainan yang berbeda.
Para pemainnya memiliki banyak kekuasaan bola dengan pasing ke jantung pertahanan dan itu telah diantisipasi oleh pelatih asal Malang, Jawa Timur.
“Saya tekanan kepada seluruh pemain sebelum pertandingan bahwa Persija ini memiliki gaya permainan yang berbeda semenjak pelatihnya baru, mereka lebih banyak memindah kekuasaan bola dengan pasing kedepan beruntung mereka mengerti,” ungkap Aji Santoso, Sabtu (17/12/2022).
Pertandingan melawan Persija Jakarta ini seakan mengulang musim lalu saat bertanding di Bali, Persebaya sempat tertinggal 3-1 lalu akhirnya bisa menyeimbangkan 3-3 karena pinalti.
“Saya tadi menyampaikan saat tertinggal 1-0 tidak ada pilihan lain kita harus menyerang dan akhirnya hampir selama 4-5 menit kami menekan di babak kedua akhirnya gol. Ini persis kejadian ketika kompetisi tahun lalu, dimana Persebaya tertinggal 3-1 lalu akhirnya bisa 3-3 karena pinalti,” ungkap Aji Santoso.
[berita-terkait number=”4″ tag=”persebaya-surabaya”]
Bahkan Aji merasa beruntung, selama menjadi pelatih tim asal Surabaya ini, belum pernah gagal di kandang atau tandang Persija Jakarta. Hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi mantan pelatih Arema FC ini untuk memberikan kepercayaan tim besutannya dan memberikan apresiasi kepada para pemainnya setelah bekerja keras mencetak gol menyeimbangkan poin.
“Alhamdulillah sampai saat ini sejak saya melatih di Persebaya belum pernah kalah dengan Persija bahkan kami dulu pernah menang di kandang Persija dengan skor 2-2. Saya apresiasi kepada seluruh pemain yang sudah bekerja keras mencetak gol dimenit-menit terakhir,” tutup Aji. (way/ted)






