Gresik (beritajatim.com) – Jumlah kasus kebakaran di Kabupaten Gresik mengalami penurunan signifikan pada 2024.
Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Gresik, tercatat 492 kasus kebakaran sepanjang tahun lalu, turun dari 520 kasus pada 2023. Hingga awal Januari 2025, terdapat lima kasus kebakaran yang terjadi.
Kepala Damkarla Gresik, Suyono, menjelaskan bahwa mayoritas insiden kebakaran pada 2024 melibatkan lahan terbuka dan ilalang.
“Sebanyak 372 kasus kebakaran tahun lalu berasal dari ilalang dan lahan terbuka. Selain itu, kebakaran rumah warga sebanyak 43 kasus dan kebakaran perusahaan sebanyak 32 kasus,” ungkapnya, Senin (13/1/2025).
Penyebab Utama Kebakaran
Suyono mengungkapkan, kebakaran ilalang dan lahan terbuka sering terjadi saat musim kemarau. Penyebab utamanya adalah perilaku masyarakat yang membakar sampah sembarangan tanpa pengawasan hingga puntung rokok yang dibuang di area kering.
“Ini berbeda dengan kebakaran rumah yang sebagian besar dipicu oleh korsleting listrik. Sementara itu, kebakaran di perusahaan sering terjadi karena tidak adanya sistem hydrant atau pompa air yang memadai,” tambah Suyono.
Himbauan dan Call Center 112
Untuk mencegah kebakaran, Suyono mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama yang melibatkan api.
“Kebakaran bisa terjadi kapan saja, setiap detik hingga menit. Jika terjadi kebakaran, masyarakat dapat segera menghubungi call center 112. Petugas kami siap 24 jam untuk memberikan bantuan,” jelasnya.
Edukasi Pencegahan Kebakaran
Selain penanganan langsung, Damkarla Gresik juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara mencegah dan mengatasi kebakaran. Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, organisasi masyarakat (ormas), sekolah, dan paguyuban masyarakat.
“Edukasi seperti ini terus kami intensifkan, karena jumlah petugas Damkarla terbatas. Pencegahan dini adalah langkah terbaik untuk menghindari kebakaran besar,” ujar Suyono.
Melalui langkah pencegahan, sosialisasi, dan peningkatan kesadaran masyarakat, diharapkan jumlah kasus kebakaran di Gresik dapat terus berkurang di tahun-tahun mendatang. (dny/ted)






