Malang (beritajatim.com) – Arema FC harus menelan kekalahan 2-0 atas tuan rumah Dewa United dalam pertandingan yang digelar di Stadion Pakansari, Bogor, pada Sabtu, 11 Januari 2025.
Laga ini menjadi ujian pertama bagi pelatih Arema FC, Ze Gomes, yang baru empat hari bergabung dengan tim. Meskipun kalah, Gomes memberikan sejumlah penilaian terhadap performa anak asuhnya dan berbicara soal proses adaptasi tim yang masih berjalan.
Pada babak pertama, Dewa United unggul terlebih dahulu melalui gol yang mengganggu konsentrasi Arema FC. Pelatih Ze Gomes menilai bahwa gol tersebut mempengaruhi permainan timnya, meskipun mereka berusaha bangkit di babak kedua.
“Babak pertama keluar lebih dominan di gelandang tengah dan di gol pertama mengganggu Arema sedikit. Tapi babak kedua kita masukkan pemain jadi ada kesempatan untuk cetak gol,” ujar Gomes, menilai timnya menunjukkan perbaikan setelah melakukan pergantian pemain, Minggu (12/1/2025).
Ze Gomes, yang baru empat hari memimpin tim, mengakui bahwa masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk membangun kesatuan visi bermain dengan para pemain.
“Saya bilang apa yang dilakukan pemain sama seperti di latihan. Tapi waktu persiapan terlalu dekat jadi kita butuh waktu mengetahui pemain tapi saya senang dengan kinerja pemain seperti di latihan,” ungkap pelatih asal Portugal tersebut.
Pelatih berusia 46 tahun itu pun menyadari bahwa ada banyak hal yang harus dibenahi, terutama dalam hal penyelesaian akhir yang masih menjadi masalah bagi Arema FC.
“Babak kedua kita lebih siap dan punya kesempatan untuk cetak gol. Tapi Minggu ini kita kerja keras untuk finishing lawan Borneo agar kita siap,” tambah Gomes, yang menegaskan bahwa persiapan untuk pertandingan melawan Borneo FC pada pekan depan akan dimaksimalkan.
Arema FC masih memiliki waktu untuk memperbaiki kekurangan yang ada, dan dengan tekad serta fokus yang tinggi, Gomes berharap timnya bisa tampil lebih baik dan memaksimalkan peluang yang ada.
Namun, kekalahan ini tentu menjadi bahan evaluasi bagi tim untuk terus berkembang, apalagi dengan kompetisi yang semakin ketat. [luc/suf]






