Jakarta (beritajatim.com) – Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan, rencana untuk mengakhiri kontrak Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia telah muncul sejak tiga bulan lalu, tepat sebelum pertandingan melawan China pada Oktober 2024.
Keputusan ini diambil karena dianggap terdapat dinamika internal tim yang cukup tinggi menjelang pertandingan tersebut.
“Ini sudah dirasakan sejak pertandingan, bahkan mungkin sebelum Indonesia lawan China, tetapi waktunya terlalu mepet,” ujar Erick kepada awak media di Jakarta, Senin (6/1/2024).
Setelah melakukan evaluasi terhadap kinerja tim, terutama setelah kekalahan dari China dan Jepang, Erick menilai bahwa saat ini adalah waktu yang paling tepat untuk melakukan pergantian pelatih.
Hal ini dikarenakan jarak waktu yang cukup memadai sebelum pertandingan berikutnya melawan Australia dan Bahrain.
PSSI telah menetapkan target baru untuk timnas Indonesia, yaitu lolos ke Piala Dunia 2026. Untuk mencapai target tersebut, PSSI telah menunjuk seorang pelatih baru asal Belanda yang akan segera diumumkan.
Pelatih baru ini diharapkan dapat membawa angin segar dan membawa timnas Indonesia meraih prestasi yang lebih baik.
“Saya rasa hal yang biasa, memang untuk posisi kualifikasi Piala Dunia ini banyak negara-negara mengganti pelatihnya, tinggal dihitung risikonya,” kata Erick.
Erick juga membantah isu bahwa pemecatan Shin Tae-yong terkait dengan kegagalan timnas Indonesia di Piala AFF 2024. Menurutnya, keputusan ini lebih didasarkan pada evaluasi kinerja secara keseluruhan dan dinamika internal tim. [faw/suf]






