Sumenep (beritajatim.com) – Rute penerbangan perintis dari Bandara Trunojoyo Sumenep ke Bandara Notohadinegoro Jember mulai Januari 2025 ditiadakan.
“Dihapusnya rute Sumenep – Jember itu merupakan arahan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), berkaitan dengan pengurangan anggaran untuk penerbangan perintis,” kata Pejabat Pembuat Komitmen Bandar Udara Trunojoyo Sumenep, Sigit Prasetyo, Jumat (27/12/2024).
Selain itu, dihapusnya rute Sumenep – Jember mengingat jumlah penumpang pada rute tersebut masih belum memenuhi target. Sejak dibuka, jumlah penumpang di rute tersebut di bawah 50 persen.
Rute Sumenep – Jember mulai dibuka pada 10 Januari 2023. Awal dibuka, frekuensi penerbangannya satu kali dalam satu minggu. Namun setelah dioperasikan beberapa bulan, frekuensi penerbangannya ditambah menjadi dua kali dalam seminggu, yaitu pada Selasa dan Rabu.
“Tapi hampir di setiap penerbangan, jumlah penumpang belum mencapai target. Ini akhirnya juga menjadi bahan evaluasi Kementerian Perhubungan,” ujar Sigit.
Sedangkan untuk penerbangan perintis rute lain seperti ke Pagerungan dan Bawean, tetap berlangsung, namun ada pengurangan frekuensi, disesuaikan dengan anggaran Kementerian Perhubungan.
Penerbangan perintis dari Bandara Trunojoyo Sumenep dilayani maskapai Susi Air menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan, dengan kapasitas maksimal 12 penumpang. (tem/but)






