Pamekasan (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, memetakan jenis bencana alam yang berpotensi terjadi di wilayah setempat, khususnya memasuki musim penghujan tahun ini.
Jenis bencana alam yang berpotensi terjadi pada musim hujan, di antaranya bencana angin kencang, banjir, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem dan abrasi, longsor, serta puting beliung.
Berdasar data BPBD Pamekasan, bencana angin kencang dan cuaca ekstrem berpotensi terjadi hampir di semua kecamatan di Pamekasan, kecuali kecamatan Pasean. Gelombang ekstrem dan abrasi potensi terjadi di wilayah pesisir Pamekasan.
“Untuk musim penghujan, jenis potensi bencana alam bisa berupa banjir biasa terjadi di Kecamatan Pamekasan, Pademawu, dan Pasean. Untuk longsor hampir terjadi di semua kecamatan kecuali Tlanakan, sedangkan cuaca ekstrem potensi terjadi di seluruh kecamatan di Pamekasan,” kata kata Plt Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, Rabu (18/12/2024).

“Selain potensi bencana di musim hujan, juga terdapat berbagai jenis bencana lainnya. Di antaranya epidemi, gempa bumi, karhutla, kekeringan, kebakaran gedung dan pemukiman hingga gagal teknologi.
Dari itu pihaknya kembali mengingatkan seluruh masyarakat, agar selalu waspada terhadap beragam potensi bencana di daerah masing-masing. “Tentu kami kembali ingatkan masyarakat agar selalu mengantisipasi atau tetap waspada terhadap beragam jenis bencana,” imbaunya.
“Segera hubungi pihak terkait jika ada beberapa kejadian yang berpotensi terhadap bencana, baik di tingkat desa, kecamatan atau bisa juga melalui pos terpadu,” pungkasnya.
Berdasar data BPBD Pamekasan Tahun 2023, terdapat sebanyak 596 bencana alam terjadi di Pamekasan, terhitung sejak 1 Januari hingga 11 Desember 2023. Meliputi sebanyak 6 bencana banjir, 39 tanah longsor, 27 cuaca ekstrem, 3 gempa bumi, 196 karhutla, 321 kekeringan, serta 4 gelombang ekstrem dan abrasi. [pin/aje]






