Yogyakarta (beritajatim.com)- Universitas Gadjah Mada (UGM) berduka, mantan rektor UGM periode 1998-2002, Prof Dr Ichlasul Amal,MA meninggal dunia di usia 82 tahun. Almarhum merupakan putra daerah terbaik asli Jember Jawa Timur.
Selama menjabat menjadi rektor bahkan usai menjabat dan kemudian kembali mendedikasikan pengetahuannya menjadi dosen, Prof Ichlasul Amal dikenal sebagai sosok yang bersahaja, sederhana dan yang terpenting ia merupakan salah satu rektor yang sangat peduli dan pemerhati mahasiswa kurang mampu.
Ribuan mahasiswa UGM sejak dulu hingga sekarang berasal dari seluruh Indonesia termasuk di desa desa terpencil. Dari ribuan mahasiswa yang masuk tidak semuanya merupakan mahasiswa dari kalangan mampu.
Pada tahun 2002 banyak mahasiswa tidak mampu berhasil masuk menjadi mahasiswa UGM. Selama masa studinya mahasiswa tak mampu yang berasal dari pelosok daerah mendapatkan beasiswa yang Bernama Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA).
“Pada saat Prof Ichlasul Amal menjabat sebagai Rektor UGM pada periode terakhir yakni 2002, saya masuk menjadi Maba UGM saat itu. Saya sangat terbantu dengan beasiswa PPA saat kepemimpinan Rektor Prof Ichlasul Amal mengingat saya tinggal di pelosok desa dengan akses serba terbatas saat itu,” ucap Juni Alfiana, Alumni Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Jurusan Sastra Jawa Angkatan 2002.
Dirinya yang asli Desa Butuh Purworejo saat itu, berkuliah di UGM merupakan mimpi indah yang menjadi kenyataan. Berkat beasiswa yang diberikan saat kepemimpinan Prof Ichlasul Amal, dirinya bisa menjadi perempuan berdaya dan berkembang seperti saat ini.
“Dulu saat saya masuk memang pas UGM jadi lembaga pendidikan yang harus membiayai operasional sendiri namun bersyukurnya hal ini juga diimbangi dengan banyaknya beasiswa yang digagas dan diinisiasi baik saat kepempimpinan Rektor Prof Ichlasul Amal maupun rector sebelumnya untuk mahasiswanya. Sehingga saat itu benar benar terbantu,” ujar perempuan yang saat ini mengabdikan diri menjadi aktivis Pendidikan dan organisasi Fatayat NU PAC Butuh Purworejo ini.

Terpisah, salah satu alumnus Magister Administrasi Publik (MAP) Angkatan 2014, Ria Renata mengaku terkejut dengan kabar meninggalnya Prof Dr Ichlasul Amal.
Dirinya dan beberapa rekan yang tergabung dalam mahasiswa MAP Angkatan 61 pernah diajar beberapa semester oleh Prof Ichlasul Amal. Ia dan teman-temannya sangat terkesan mengingat selama menjadi dosen merupakan sosok yang baik hati, sederhana dan bersahaja.
“Prof Ichlasul merupakan sosok yang bersahaja dan sederhana namun sangat pintar dalam menyampaikan materi itu kena mahasiswa paham. Beliau juga tidak menunjukkan pernah menjadi pejabat apalagi rektor. Pokoknya sangat bersahaja sekali,” ucap perempuan asal Palembang ini.
Ria menambahkan hal yang paling berkesan selama Prof Ichlasul Amal menjadi dosennya adalah selalu mempermudah urusan mahasiswa.
“Beliau merupakan salah satu dosen yang sangat baik, tidak pelit nilai, pembawaannya tenang dan penampilannya sederhana. Selamat Jalan Prof, panjenengan orang baik surga menanti,” ucap ibu dua anak ini.
Ichlasul Amal merupakan warga Jember yang menghabiskan masa Pendidikan mulai SR, SMP hingga SMA di Jember Jawa Timur.Selanjutnya ia masuk UGM untuk memperoleh gelar Sarjana Hubungan Internasional. Atas kepandaiannya dirinya berhasil melanjutkan studi S2 di Magister Ilmu Politik Northern Illinois University. Selanjutnya gelar S3 Ilmu Politik didapatkan dari Monash University.
Ia menjadi dosen di UGM Jurusan Hubungan Internasional sejak 1967. Selanjutnya menjadi Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM periode 1988 hingga 1994. Sempat menjadi Direktur Program Pascasarjana UGM kemudian di tahun 1998 hingga 2002 menjadi Rektor UGM. [aje]






