Banyuwangi (beritajatim.com) – Sebanyak 16 Warga Negara Asing (WNA) berhasil ditangkap oleh tim Pangkalan TNI AL (Lanal) Banyuwangi. Penangkapan itu juga dibantu oleh prajurit Kodim 0825 Banyuwangi.
Dari 16 orang asing itu, ada dua orang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) asal Aceh. Usai penangkapan, mereka dibawa ke Mako Lanal Banyuwangi di Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Mereka merupakan warga asing yang diduga akan diselelundupkan ke Pulau Natal (Christmas), Australia.
Kronologi penangkapan, personel TNI AL sedang melakukan patroli menggunakan Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB) di sekitar Perairan Selat Bali. Pada saat itu, tim mendapati siluet kapal mencurigakan.
“Kapal tersebut tidak menyalakan lampu navigasi dengan arah halu ke Banyuwangi. Pada saat tim mendekat kapal tersebut, justru menambah kecepatan dengan arah halu tetap sehingga tim berkoordinasi agar dapat dilaksanakan penyekatan,” ungkap Komandan Lanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Hafidz.
Melihat kondisi itu, Letkol Laut (P) Hafidz memerintahkan Tim 1 dan 2 SFQR untuk melaksanakan pemantauan melalui darat. Saat tiba di lokasi, tim mencurigai 3 mobil yang sedang berhenti di sekitar Mercusuar Bangsring.
“Tim segera menyergap 3 mobil tersebut yang ternyata berisikan imigran gelap tanpa sopir,” jelasnya.
Di tempat yang lain, kata Hafidz, Tim Lanal Banyuwangi yang tengah melakukan pengejaran di perairan Selat Bali akhirnya dapat menyergap kapal mencurigakan tersebut. Namun saat berhasil disergap, kapal tersebut sudah tidak berawak.
“Diduga ABK melarikan diri dengan melompat ke laut,” terangnya.
Selanjutnya, RHIB melaksanakan pengecekan kapal dan mengamankan satu bendel dokumen kapal, satu unit HP untuk navigasi. Sejumlah makanan dan minuman kemasan, bahan bakar 2000 liter dan satu unit GPS Tracker.
“Setelah pemeriksaan di Mako Lanal seluruh imigran ilegal tersebut diserahkan ke kantor Imigrasi Jember,” tegasnya.
Danlanal Banyuwangi menyebut, para imigran gelap itu diduga kuat akan menyeberang menuju perairan selatan yaitu Pulau Christmas, Australia. Penggagalan penyelundupan ini tidak terlepas dari koordinasi sinergitas antara TNI AL, Polres, Kodim, Imigrasi, dan Bea Cukai setempat.
“Sebagai wujud sinerginya stakeholder di Banyuwangi ini, akhirnya seluruh imigran selanjutnya diserahkan ke instasi yang berwenang untuk penindakan lebih lanjut,” Pungkasnya. (rin/ted)






