Surabaya (beritajatim.com) – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan anggota Pramuka dalam menghadapi situasi darurat, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur (Jatim) menggelar pelatihan Basic Life Support (BLS) di Bumi Perkemahan (Buper) Cuban Rondo, Malang.
Kegiatan ini bagian dari ‘Kemah Garuda Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Tahun 2024’ yang dihadiri sekitar 150 peserta didik dan pembina pendamping dari berbagai kwartir cabang di seluruh Provinsi Jawa Timur.
Pelatihan BLS ini diselenggarakan oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur dengan menghadirkan narasumber dari Pusat Krisis Kesehatan Regional Jatim bekerja sama dengan HIPGABI Jatim.
Dalam acara ini, peserta tidak hanya dikenalkan pada konsep dasar BLS, tetapi juga diajarkan teknik-teknik penting yang harus diterapkan saat menemui situasi darurat, seperti henti jantung atau kecelakaan yang memerlukan pertolongan pertama.
Para instruktur berpengalaman dari Pusat Krisis Kesehatan menjelaskan langkah-langkah yang harus diambil dengan jelas, serta memberikan simulasi praktik agar peserta dapat langsung mempraktikkan teknik yang diajarkan.

Drs Heri Sunarko MSi, salah satu perwakilan pembina dari kwartir cabang, memberikan apresiasi yang tinggi kepada penyelenggara dan narasumber.
“Pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan peserta dalam memberikan pertolongan pertama. Kami berharap setiap peserta dapat memanfaatkan ilmu yang didapat untuk menolong orang lain di saat-saat genting,” ungkapnya, Rabu (6/11/2024).
Ia menambahkan bahwa pengetahuan tentang BLS tidak hanya bermanfaat dalam konteks pramuka, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Acara ini tidak hanya difokuskan pada teori dan praktik, tetapi juga mencakup diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Peserta diberikan kesempatan bertanya dan berbagi pengalaman seputar situasi darurat yang pernah mereka alami.
Hal ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman peserta tentang pentingnya kesiapsiagaan dan tindakan cepat dalam menghadapi keadaan darurat.

Pelatihan BLS ini diharapkan dapat membangun semangat kolaborasi di antara anggota Pramuka, memperkuat ikatan antara sesama peserta, serta mendorong mereka untuk saling membantu dalam situasi yang memerlukan pertolongan.
Selain itu, diharapkan pula bahwa keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini dapat disebarluaskan kepada masyarakat luas, sehingga meningkatkan keselamatan dan kesehatan di lingkungan mereka.
Dengan pelatihan ini, Pramuka Jawa Timur berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam memberikan pertolongan di berbagai situasi darurat. [ipl/aje]






