Gresik (beritajatim.com)- Fatkhul Riza (50) matanya hanya bisa menerawang kosong saat melihat api melalap rumah satu-satunya yang menjadi tempat tinggal. Sambil menatap petugas Damkarla Gresik melakukan pembasahan supaya tidak muncul titik api, warga Jalan Wahidin Sudirohusodo Gang XIII cuma pasrah seluruh isi rumahnya hangus terbakar.
Saat kebakaran, rumah milik Fatkhul Riza itu kosong karena sekeluarganya bepergian. Kata saksi mata, ada kepulan asap di lantai dua dari konsleting listrik. Selanjutnya muncul percikan api lalu membesar.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh tetangganya Handana (46). Melihat kejadian itu, Handana kemudian melapor ke kantor Damkarla Gresik.
“Daripada apinya menjalar kemana-mana. Saya langsung menelpon petugas damkarla memadamkan api,” ujarnya, Minggu
Petugas piket Damkarla Gresik, Sugiono mengatakan, ada 6 personil plus mobil damkar dan mobil suplai air diterjunkan ke lokasi.
“Butuh 2,5 jam untuk memadamkan api. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, seluruh perabotan isi rumah hangus terbakar,” katanya.
Damkarla Gresik mencatat selama bulan November 2024 ada dua kejadian kebakaran. Sementara untuk rescue ada 6 kejadian. [dny/but]






