Surabaya (beritajatim.com) – Komisariat Mafindo Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (KOMINDO UKWMS) sukses mengadakan kegiatan Tular Nalar 3.0: Akademi Digital Lansia di Gereja Katolik Paroki Salib Suci Tropodo, Sabtu (26/10/2024). Acara ini diikuti oleh 100 lansia dan bertujuan untuk meningkatkan literasi digital kaum lansia agar lebih mampu mengenali hoaks serta mencegah penipuan di dunia digital.
Kolaborasi KOMINDO UKWMS dengan Mafindo dan Google mengusung tema “Bersama Bugar Digital,” yang diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi peserta dalam memahami ruang digital dengan bijak.
Merlina Maria Barbara Apul, penanggung jawab kegiatan, menjelaskan bahwa Akademi Digital Lansia diadakan untuk memberdayakan lansia di ruang digital.
“Kegiatan ini dilakukan untuk membuat lansia berdaya dan cakap di ruang digital agar tidak rentan menjadi korban penipuan digital sekaligus lebih mampu memahami hoaks,” ungkap Merlina.
Kegiatan ini dibagi menjadi empat segmen, yaitu “Lansia Berbudi Cegah Penipuan,” “Lansia Berbudi Saat Pemilu,” “Menjadi Bugar Mengindera Hoaks,” dan “Senam Bersama Lansia.” Setiap segmen dipandu oleh fasilitator yang merupakan mahasiswa KOMINDO UKWMS, dan suasana belajar di kelompok berlangsung interaktif.
Para peserta terlihat antusias dalam menerima materi dan berdiskusi. Salah satu peserta, Yanti, menyampaikan kesan positifnya, “Kegiatan ini menambah pengetahuan yang jelas, membuat kita lebih bijak hidup di dunia digital, dan sangat membantu menghadapi dunia luar yang kini semakin kompleks.”
Pramuditya (63), peserta lainnya, juga merasakan manfaat dari acara ini. “Memberi pengetahuan yang sebelumnya belum pernah saya dapatkan dan sangat berguna bagi saya sebagai peserta. Karena dijelaskan secara gamblang dan jelas oleh anak muda yang peduli pada kami,” ujar Pramuditya.
Selain berfokus pada lansia, KOMINDO UKWMS juga mengadakan kegiatan edukasi untuk kaum muda melalui program seperti Komindo Goes to School, Sekolah Kebangsaan, Kampanye Prebunking, dan podcast sosialisasi.
Yosep Jehata, fasilitator dalam kegiatan ini, menekankan pentingnya peran pemuda dalam kerelawanan. “Banyak yang meremehkan anak muda, tapi kami ingin membuktikan bahwa anak muda masih kritis dan aktif dalam dunia kerelawanan,” ujarnya. [beq]






