Surabaya (beritajatim.com) – Jawa Timur dikenal sebagai salah satu provinsi dengan pondok pesantren terbanyak di Indonesia. Beberapa di antaranya memiliki sejarah panjang yang mencerminkan perkembangan pendidikan Islam di Nusantara.
Berikut ini daftar pondok pesantren tertua di Jawa Timur yang masih eksis hingga saat ini:
1. Pondok Pesantren Sidogiri (1718)
Pondok Pesantren Sidogiri terletak di Pasuruan dan merupakan salah satu pesantren tertua di Indonesia. Didirikan oleh Sayyid Sulaiman, pesantren ini berkembang menjadi lembaga pendidikan yang menghasilkan banyak ulama berpengaruh.
Hingga kini, Sidogiri tetap menjaga tradisi pendidikan salaf dengan mengajarkan kitab kuning, dan juga membuka program pendidikan formal.
2. Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong (1839)
Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong di Probolinggo didirikan oleh KH. Zainul Abidin. Pesantren ini sudah berusia lebih dari dua abad dan tetap menjadi pusat pendidikan agama yang produktif di Jawa Timur. Fokus utama pendidikan di pesantren ini adalah pengajaran Al-Qur’an, fiqh, dan akhlak.
3. Pondok Pesantren Langitan (1852)
Pondok Pesantren Langitan di Tuban didirikan oleh KH. Muhammad Nur. Pesantren ini menjadi salah satu pusat kajian ilmu agama yang terkenal di Jawa Timur. Langitan dikenal dengan pendekatan pendidikan yang menekankan kemandirian dan kesederhanaan dalam kehidupan sehari-hari santrinya.
4. Pondok Pesantren Tebuireng (1899)
Pondok Pesantren Tebuireng yang terletak di Jombang didirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari, tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Pesantren ini menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam yang berpengaruh dalam sejarah Indonesia, terutama karena peran KH. Hasyim Asy’ari dalam perjuangan kemerdekaan dan pengembangan NU.
5. Pondok Pesantren Lirboyo (1910)
Berlokasi di Kediri, Pondok Pesantren Lirboyo didirikan oleh KH. Abdul Karim pada tahun 1910. Pesantren ini menjadi salah satu pusat pendidikan Islam yang terkenal, terutama dalam pengajaran fiqh dan ilmu alat. Santri dari berbagai daerah di Indonesia datang ke Lirboyo untuk mendalami ajaran Islam melalui metode salaf.
6. Pondok Pesantren Sabilurrosyad (1910)
Terletak di Malang, Pondok Pesantren Sabilurrosyad didirikan oleh KH. Bisri Syansuri. Pesantren ini masih menjaga tradisi salaf dengan fokus pada pendidikan agama dan pengajaran kitab kuning. Selain itu, Sabilurrosyad juga membuka pendidikan formal dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Pondok pesantren tertua di Jawa Timur tidak hanya menjadi pusat pendidikan Islam, tetapi juga warisan budaya yang turut membentuk peradaban Nusantara. Mereka tetap menjadi pilar penting dalam menjaga tradisi Islam di Indonesia, bahkan di tengah modernisasi. [fyi/aje]






