Surabaya (beritajatim.com) – Tri Rismaharini, calon gubernur Jawa Timur menyoroti permasalahan utama yang dihadapi oleh pondok pesantren (ponpes), yakni keterbatasan finansial.
Menurut Risma, keuangan yang terbatas menjadi kendala utama dalam pengelolaan dan pengembangan pondok pesantren, mulai sarana prasarana hingga kualitas pendidikan pesantren.
“Dari sisi finansial mereka (pondok pesantren) ini banyak keterbatasan. Harus menanggung biaya operasional sendiri, membayari guru, ustadz dan ustadzahnya,” ucap Risma berkunjung di Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya, Selasa (1/10).
Risma mengatakan, imbas dari kondisi keuangan terbatas ini mengakibatkan biaya pondok pesantren menjadi mahal. Kata dia, ketika dirinya terpilih gubernur nanti. Dia ingin konsen di bidang pendidikan.
“Ya (fokus) saya utama untuk pendidikan, karena terus terang saya konsen di sini. Saya sampaikan kita juga harus memperhatikan mereka,” jelasnya.
Risma mengungkapkan kalau kualitas pendidikan di Jatim ini masih memiliki banyak celah ataupun kekurangan. Sehingga, ia yang mengetahui hal ini merasa terpanggil memperhatikan pendidikan ke arah yang lebih baik.
“Ya karena saya tahu sehingga saya wajib untuk memperhatikan dunia pendidikan ini lebih baik,” ucap dia.
“Saya percaya bahwa tegaknya suatu negara itu karena anak anak bangsanya ada di jalur koridor yang benar,” imbuhnya. [ram/ian]






