Surabaya (beritajatim.com) – PT Bank Syariah Indonesia (BSI) terus berkomitmen dalam memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Kali ini, BSI meresmikan Sentra UMKM di Kampung Candikuning, Bedugul, Bali, sebagai upaya untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat lokal.
Sentra UMKM Bedugul dirancang dengan fokus pada tiga bidang utama: pertanian hortikultura, minimarket yang menjual produk lokal, dan gedung serbaguna untuk kegiatan ekonomi dan sosial. Lokasi Sentra UMKM yang strategis, di antara tiga objek wisata populer di Bali, yaitu Pura Ulun Danu Bratan, Danau Beratan, dan Kebun Raya Eka Karya Bali, diharapkan dapat mendukung sektor pariwisata sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.
Direktur Compliance & Human Capital BSI, Tribuana Tunggadewi, menjelaskan bahwa pembangunan Sentra UMKM ini merupakan salah satu bentuk implementasi program zakat BSI. “Kami ingin mengangkat mustahik (yang berhak menerima zakat) dari yang semula tidak bankable menjadi bankable,” ujar Dewi.
Dewi juga menjelaskan perbedaan antara Sentra UMKM dengan BSI UMKM Center. Jika BSI UMKM Center fokus pada UMKM secara umum, Sentra UMKM lebih spesifik ditujukan untuk usaha mikro dan ultra mikro, terutama bagi mustahik zakat.
Dengan adanya Sentra UMKM Bedugul, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendorong ekonomi lokal serta mengembangan sektor pariwisata yang lebih luas.
BSI terus berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia. Hingga saat ini, BSI telah membangun 35 Sentra UMKM di berbagai daerah. Program ini telah memberikan manfaat kepada ribuan jiwa dan menyalurkan dana zakat dalam jumlah yang signifikan.
Peresmian Sentra UMKM Bedugul oleh BSI merupakan langkah nyata dalam mendukung pengembangan UMKM di Bali. Dengan fokus pada sektor pertanian dan pariwisata, serta dukungan dari program zakat, diharapkan Sentra UMKM ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan.[rea/kun]






