Gresik (beritajatim.com) – Kebakaran besar kembali melanda Kecamatan Menganti, Gresik, kali ini menimpa pabrik PT Sentral Harapan Jaya (SHJ) yang berlokasi di Jalan Kepatihan Industri 2-3.
Pabrik yang memproduksi stereofoam dan spons tersebut terbakar hebat, mengakibatkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp20 miliar.
Sebanyak 24 personel dan 6 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) dari Damkar Gresik dikerahkan untuk memadamkan api yang dengan cepat melahap seluruh bangunan pabrik.
Kondisi diperparah oleh banyaknya bahan yang mudah terbakar di dalam pabrik, seperti stereofoam dan spons, yang menyebabkan api sulit dikendalikan.
Proses pemadaman berlangsung hampir 9 jam sebelum api dapat sepenuhnya dipadamkan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Gresik, Suyono, menjelaskan bahwa laporan kebakaran diterima sekitar pukul 22.09 WIB. Petugas dari pos Damkar Driyorejo, Menganti, dan Gresik Kota langsung dikerahkan ke lokasi.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tetapi besarnya api sempat membuat tim pemadam di lapangan kewalahan,” kata Suyono, Kamis (17/10/2024).
Suyono menambahkan, tim pemadam harus bekerja bergantian karena api dengan cepat menyebar akibat tumpukan bahan mudah terbakar di dalam pabrik. Beruntung, suplai air untuk mobil pemadam tetap lancar sehingga tidak ada kendala berarti selama proses pemadaman.
Dalam upaya memadamkan kebakaran, Damkar Gresik mengerahkan 4 unit mobil damkar, dibantu 1 unit dari PT Cakrindo dan 1 unit dari Citraland. Api akhirnya berhasil dikendalikan setelah petugas bekerja keras selama lebih dari 9 jam.
Ahmad, seorang saksi mata, mengatakan bahwa titik api pertama kali terlihat di gudang penyimpanan stereofoam dan spons. Dalam hitungan detik, api dengan cepat menyebar ke bagian lain pabrik.
“Saya langsung menghubungi petugas Damkar Gresik karena api sudah tidak bisa dikendalikan dan terus merembet,” ungkap Ahmad.
Setelah upaya pemadaman selesai, petugas memastikan tidak ada titik api yang tersisa melalui proses pembasahan. Seluruh tim pemadam akhirnya kembali ke pos masing-masing setelah situasi dinyatakan aman. (ted)






