Jember (beritajatim.com) – Djoko Susanto, calon wakil bupati nomor urut 2, ingin meneladani Pondok Pesantren Sidogiri untuk pemberdayaan pesantren di di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Pesantren membutuhkan stimulus ekonomi agar mandiri.
“Seperti Pondok Pesantren Sidogiri yang memiliki beberapa unit usaha yang berkembang. Salah satunya yaitu minimarket,” kata Djoko, saat berkunjung ke sejumlah pondok pesantren di Kecamatan Silo, Minggu (13/10/2024).
Pondok Pesantren Sidogiri adalah salah satu pondok pesantren tertua dan terbesar di Indonesia yang terletak di Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur. Pesantren ini didirikan pada awal abad ke-18 oleh Sayyid Sulaiman. Sejak berdirinya, pesantren ini terus berkembang dan menjadi pusat pendidikan Islam yang melahirkan banyak ulama dan tokoh masyarakat.
Menurut Djoko, unit usaha di Ponpes Sidogiri adalah contoh yang bagus untuk diimplementasikan kepada seluruh pondok pesantren di Jember. Kemandirian ekonomi berdampak positif tehadap perputaran roda kehidupan di lingkungan pondok pesantren terutama bagi para santri.
“Selain roda ekonomi berputar, dampaknya juga dapat dirasakan oleh para santri dan masyrakat sekitar pondok pesantren,” kata Djoko.
Salah satu yang bisa diandalkan adalah unit usaha semacam koperasi yang nantinya akan diprakarsai pemerintah. “Jika pengembangan unit usaha yang didirkan oleh pesantren berjalan dan berkembang, tidak menutup kemungkinan serapan tenaga kerja juga bertambah,” kata Djoko.
Pemkab Jember akab mengucurkan stimulus berupa program jika Muhammad Fawait dan Djoko Susanto berkuasa. “Ini akan dirumuskan nanti jika kami terpilih,” kata Djoko. [wir]






