Surabaya (beritajatim.com) – Calon Gubernur Jawa Timur Luluk Nur Hamidah menyebut ziarah sebagai bentuk refleksi dan tabarukan bagi generasi penerus untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan.
Hal itu ia sampaikan saat ziarah ke Makam Mbah Hasan Gipo di Kompleks Makam Sunan Ampel pada Senin (30/9/2024). Bagi Luluk, ziarah bukan sekadar ritual spiritual, tetapi juga sarana memperkuat komitmen sosial dan nilai-nilai kebangsaan.
Luluk, yang merupakan politisi dari PKB, menyampaikan bahwa ziarah ini mencerminkan penghormatan terhadap para pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan tokoh-tokoh keagamaan yang berkontribusi besar bagi bangsa.
“Kegiatan ini merupakan bentuk refleksi dan tabarukan, yang penting bagi generasi penerus untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan,” ujarnya, ditulis Selasa (1/10/2024).
Menurutnya, Mbah Hasan Gipo, sebagai salah satu muasis NU, memiliki peran vital dalam sejarah pendirian organisasi Islam terbesar di Indonesia. Luluk menekankan pentingnya melestarikan tradisi ini.
“Ziarah kepada para kyai dan muasis NU adalah bagian dari warisan yang harus kita jaga,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Luluk juga berziarah ke makam KH Mas Mansur, seorang tokoh Muhammadiyah berpengaruh. “Beliau adalah peletak dasar siar dan dakwah yang luar biasa di Jawa Timur, dan kita patut belajar dari perjuangan beliau,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar penghormatan, lanjut dia, ziarah ini menjadi pengingat baginya tentang keikhlasan dan ketulusan dalam berjuang untuk masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk terus bekerja tanpa lelah demi kepentingan umat.
Luluk berharap, dengan doa dan berkah dari para kiai, langkahnya ke depan dapat membawa perubahan nyata bagi masyarakat Jatim. “Semoga kami diberikan kekuatan dan petunjuk dalam menjalankan amanah ini,” pungkasnya. [ipl/ian]






