Gresik (beritajatim.com) – Dalam menghadapi tantangan dunia industri yang semakin kompetitif, SMK PGRI 1 Gresik terus berinovasi dengan membuka kelas industri. Program ini dirancang khusus untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja masa kini.
Kelas industri ini dibentuk melalui kerja sama dengan PT Indospring Tbk, sebuah perusahaan terkemuka di bidang manufaktur komponen otomotif, yang telah berjalan selama 10 tahun.
Kepala SMK PGRI 1 Gresik, Arif Siswanto, menjelaskan bahwa seleksi untuk kelas industri dilakukan dengan sangat ketat. Dari total 700 siswa yang mengikuti tahap awal, hanya 24 siswa yang berhasil lolos berdasarkan kriteria tertentu.
“Program kelas industri ini adalah kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan oleh para siswa. Seleksinya sangat ketat, dan hanya yang terbaik yang bisa bergabung,” ujar Arif pada Sabtu (28/9/2024).
Direktur PT Indospring Tbk, Bob Budiono, menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan industri. Menurutnya, kelas industri ini bertujuan agar siswa tidak hanya siap dilatih, tetapi juga siap bekerja.
“Program ini adalah salah satu bentuk nyata kontribusi kami dalam meningkatkan keterampilan siswa, sehingga mereka siap terjun langsung ke dunia industri,” ujar Bob.
Selain membekali siswa dengan keterampilan teknis, program ini juga mengajarkan prinsip kerja industri seperti 5R (Ringkas, Resik, Rapi, Rajin, Rawat) yang menjadi standar dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan aman.
HRD PT Indospring, Dias Pipit Chusairy, menambahkan bahwa program ini diharapkan mampu mengembangkan potensi lokal sehingga siswa dari Gresik bisa bersaing di tingkat regional maupun nasional. Kolaborasi antara sekolah dan industri dinilai sangat penting dalam membekali siswa dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
“Kami berharap kelas industri ini menjadi jembatan bagi para siswa untuk berkembang menjadi SDM yang kompetitif dan siap pakai,” ujar Dias.
Salah satu siswa yang berhasil lolos seleksi, Ibnu Hafiz (16), merasa bangga bisa menjadi bagian dari kelas industri tersebut. Ia mengungkapkan bahwa keberhasilannya tidak lepas dari dukungan dan doa kedua orang tuanya.
“Saya bersyukur bisa lolos dalam seleksi yang ketat ini dan berharap bisa membahagiakan orang tua setelah nanti diterima bekerja,” ungkapnya.
Dengan adanya kelas industri ini, SMK PGRI 1 Gresik berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya siap bekerja tetapi juga mampu bersaing dalam dunia industri yang semakin kompleks dan dinamis. [dny/ian]






