Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mendukung petani dalam melakukan diversifikasi pangan. Salah satu komoditas diversifikasi yang unggul di Kabupaten Lamongan adalah melon.
Salah satu upaya yang dilakukan antraa lain dengan menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur serta lembaga pembiayaan dan asuransi.
Plt Bupati Lamongan, Abdul Rouf mengatakan, budidaya melon merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang sedang naik daun dan terus berkembang di Lamongan.
Hal itu dapat dilihat dari produksi melon pada tahun 2023 mencapai 3.272 ton. Sedangkan pada tahun 2024 sampai bulan Agustus, produk melon sudah mencapai 10.687 kuintal atau 1.069 ton. Produksi di tahun 2024 ini berada pada luas tanam 89 hektar, dengan luas panen mencapai 62 hektar.
“Produksi melon terus meningkat, rata-rata produktivitas melon di tahun 2024 adalah 17,16 ton per hektare,” kata Rouf, Jumat (27/9/2024).
Melihat potensi melon yang terus berkembang signifikan, kata Rouf, maka diperlukan upaya optimal mulai dari hulu hingga hilir pertanian. Selain itu peningkatan kapasitas kelembagaan petani juga diperhatikan dengan inisiasi dan pembinaan.
“Dengan kolaborasi inklusif tersebut, maka dipastikan mampu mewujudkan pertanian inklusif yang semakin maju mandiri dan tangguh,” tuturnya.

Upaya yang sudah dilakukan Pemkab Lamongan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan, yakni pengembangan secara teknis budidaya melon dengan penerapan teknologi hidroponik di Kelompok Tani Putih Widhe Sendangharjo, Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong.
Selain itu DKPP Lamongan juga aktif melakukan pendampingan budidaya melon, baik budidaya dengan menggunakan metode lahan maupun menggunakan smart greenhouse.
Seperti greenhouse melon yang dikelola oleh Mat Iskan sejak tahun 2020 memiliki perkembangan yang pesat. Pasalnya pada awal didirikan hanya memiliki satu unit, dan pada tahun 2024 ini sudah ada 21 unit greenhouse melon, di mana 18 beroperasi dan 3 proses pembangunan.
“Greenhouse melon ini kami rintis sebagai solusi dalam rangka peningkatan pendapatan pertanian,” kata Mat Iskan.
Seluruh greenhouse yang dikelola Mat Iskan memiliki seribu pohon dalam satu unit greenhouse melon. Karena membidik pasar menengah keatas, greenhouse yang dikelola tenaga keluarga ini menanam dua varietas Inthanon dari Belanda dan Sweetnet dari Thailand.
“Pemasarannya kami sudah bermitra dengan perusahaan. Dalam satu tahun greenhouse kami mampu melakukan empat kali panen,” tuturnya. (fak/but)






