Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, menyatakan bahwa pertandingan melawan PSBS Biak tidaklah mudah, meskipun Bajul Ijo berhasil meraih kemenangan kelima mereka di BRI Liga 1.
Tantangan terbesar adalah minimnya waktu persiapan, terutama karena Persebaya harus menjalani perjalanan jauh dan proses pemulihan yang singkat sebelum pertandingan.
“Saya tahu ini pertandingan yang sulit. Kami melakukan perjalanan, tidak sempat latihan karena fokus pada pemulihan. Setelah itu langsung OT (official training) dan bertanding. Ini membuat situasi sedikit berbeda,” ungkap Munster.
Pelatih asal Irlandia Utara ini juga mengakui bahwa serangan PSBS Biak cukup merepotkan lini pertahanan Persebaya. Tim tuan rumah memiliki beberapa peluang berbahaya yang sayangnya gagal mereka manfaatkan dengan baik.
“Mereka memiliki lebih banyak waktu persiapan daripada kami, dan ini adalah pertandingan yang melelahkan,” tambah Munster.
Meski menghadapi tekanan dari PSBS Biak, Munster menegaskan bahwa kemenangan ini adalah hasil dari kerja keras tim dan penguasaan permainan sesuai strategi yang telah dirancang.
“Kami tahu apa yang kami lakukan. Kami mencetak gol dan seharusnya bisa mencetak lebih banyak untuk menutup permainan. Ada 3-4 peluang yang seharusnya bisa kami manfaatkan,” jelasnya.
Menariknya, kemenangan Persebaya ini diraih tanpa kehadiran tiga pemain kunci, yakni Arief Catur, Andre Oktaviansyah, dan kiper andalan Ernando Ari. Meski demikian, tim berhasil menjaga clean sheet hingga akhir pertandingan berkat penampilan gemilang Andhika di bawah mistar.
“Semua pemain bekerja keras, dan Andhika tampil baik dengan clean sheet. Ini adalah poin penting bagi kami,” tutup Munster. [way/ian]






