Surabaya (beritajatim.com)– Pasangan Calon Gubernur (Cagub) Luluk Nur Hamidah – Lukmanul Hakim (Luman) menyapa warga Surabaya di Car Free Day Jalan Darmo, Minggu (22/09/2024) pagi. Dalam kegiatannya, Luluk dan Lukman mensosialisasikan berbagai isu perempuan dan anak dengan diikuti puluhan ibu-ibu.
Luluk Nur Hamida yang mengenakan baju warna krem dan penutup kepala berwarna ungu didampingi oleh Lukman yang memakai baju merah putih bergaris memimpin puluhan ibu-ibu. Dengan membawa banner dan berbagai poster, pasangan Luman itu berorasi secara bergantian membahas isu perempuan dan keluarga.
“Ini merupakan sebuah momentum yang tepat untuk menciptakan generasi SDM yang unggul untuk menyambut Indonesia emas, Jawa Timur Emas di tahun 2045. Maka tidak ada cara lain. Ibu-ibu harus sejahtera,” kata Luluk di depan Taman Bungkul.
Luluk menjelaskan bahwa kegiatan yang ia lakukan bersama Lukman dan puluhan ibu-ibu itu merupakan aksi yang harus dilakukan. Isu keluarga dan perempuan harus menjadi kesadaran masyarakat secara umum.
“Bahwa isu yang terkait dengan keluarga, kesejahteraan keluarga, perlindungan bagi ibu-ibu, juga peran ayah secara umum itu sangat penting. Dan ini merupakan tanggungjawab negara atau kemudian pemerintah,” tutur Luluk.
Luluk mengatakan selama ia menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024 dirinya terlibat secara langsung untuk membuat dan mengesahkan Undang-Undang (UU) tentang tindak pidana kekerasan seksual dan UU kesejahteraan ibu dan anak.
Walaupun begitu, menurut Luluk di Jawa Timur perlindungan terhadap perempuan dan ibu-ibu belum maksimal dan membuat derajat kesehatan ibu dan anak di titik paling rendah. Hal itu dilihat dari kasus kematian ibu dan anak pasca melahirkan masih tinggi.
“Maka kita harapkan di Jawa Timur ini akan ada Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Gubernur (Pergub) yang bisa memastikan semua produk UU yang kita hasilkan di DPR bisa dilaksanakan dengan baik di Jawa Timur,” tegas Luluk.
Luluk memastikan kegiatan sosialisasi serupa akan ia laksanakan di seluruh penjuru daerah khususnya di Jawa Timur agar kesadaran masyarakat terhadap isu perempuan dan keluarga kian meningkat. [ang/aje]






