Banyuwangi (beritajatim.com) – Bakal Calon Bupati Banyuwangi Ali Makki Zaini atau Gus Makki melakukan blusukan ke berbagai elemen masyarakat. Tujuannya, untuk mendapatkan rangkaian program kerja yang inklusif dan mendukung keberagaman.
Salah satunya, Gus Makki melakukan ngopi bareng menyerap aspirasi dari komunitas seniman lokal. Kali ini, pertemuan tersebut berada di kediaman penyanyi lagu Using, Demy Hardy di Desa Jajag, Kecamatan Gambiran.
Sejumlah seniman hadir di pertemuan itu. Salah satunya, Sudarto alias Pilox seorang Master Of Ceremony (MC) kondang di Banyuwangi.
Tanpa basa-basi, Gus Makki berdialog langsung dengan para seniman. Mulai dari seni tari, musik, teater, intertener hingga komunitas penyedia audio yang biasa dikenal komunitas Sound Hareg Banyuwangi.
Begitu juga para seniman ini. Mereka tampak tak canggung saat berada di hadapan Gus Makki. Sejumlah gagasan dan keluh kesah persoalan terlontar untuk calon Bupati Banyuwangi pujaan mereka itu.
Ada yang menyampaikan, sejauh ini pemerintah kurang perhatian terhadap pengembangan kreativitas para seniman. Termasuk, minimnya dukungan dari pemerintah daerah dalam penyelenggaraan event seni dan budaya.
Sekali lagi, ketua PCNU Banyuwangi masa khidmat 2018-2023 itu menjawab semua persoalan yang menjadi uneg-uneg para seniman. Gus Makki menegaskan komitmennya untuk menjadikan Banyuwangi sebagai pusat seni.
“Jika terpilih nanti, kami akan memberi ruang bagi para pelaku seni di Banyuwangi. Melayani yang belum terlayani akan kami layani. Menjangkau yang belum terjangkau,” ujar Gus Makki.
Sementara itu, Endro Codeboy salah seorang Event Organizer (EO) musik asal Desa Seneporejo menyampaikan hal menarik. Dia mengatakan, sulitnya mendapatkan ijin keramaian, baik di tingkat pemerintahan desa maupun pihak kemanan setempat.
“Kami hanya minta ijin keramaian di desa tidak dipersulit. Karna yang saya tahu di kota ada konser besar mendatangkan artis nasional diberi ijin, tapi ijin musik di desa malah dipersulit,” katanya.
Namun, kata Dia, ada hal yang berbanding berbalik karena di sisi lain justru ada kegiatan yang digelar besar-besaran. “Padahal kalau kegiatan musik di desa itu kan pakai uang sendiri, sedangkan yang di pantai Boom itu kan pakai uang rakyat,” ujarnya.
Mendengar pernyataan itu, Gus Makki lantas terkejut. Dirinya, menyatakan akan mengevaluasi dan akan menjadi prioritas dalam program pemerintahannya. “Mudah, serahkan pada kami. Biar kami yang urus. Semua dijamin beres. Tapi, satu kuncinya jadikan saya jadi bupati,” pungkasnya. (rin/kun)






