Surabaya (beritajatim.com) – Dalam rangka memperingati World Heart Day 2024, Departemen Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) bersama RSUD Dr Soetomo (RSDS) meluncurkan program pengabdian masyarakat Tele-EKG.
Program ini memungkinkan konsultasi jarak jauh dengan dokter spesialis jantung untuk membahas hasil EKG (rekam jantung), dengan tujuan membantu tenaga medis di Puskesmas Kabupaten Jayapura dalam menganalisis rekam jantung pasien.
Kepala Departemen Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah FK Unair/RSDS, Prof Dr dr Yudi Her Oktaviono SpJP(K), menjelaskan bahwa program ini untuk mendukung Puskesmas di Jayapura.
Ia mengungkapkan, Puskesmas tersebut sudah memiliki mesin EKG namun memerlukan bantuan dalam pembacaan hasil oleh dokter spesialis. Saat ini, hanya ada satu dokter spesialis jantung di RSUD Yowari, Kabupaten Jayapura.
“Dengan Tele-EKG, kami ingin memberikan layanan kesehatan berkualitas meskipun terpisah ribuan kilometer antara Surabaya dan Jayapura. Layanan ini tersedia 24 jam sehari, 7 hari seminggu,” ujar Prof Yudi, Minggu (15/9/2024).
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Drg Adi Kurniawan MMRS menyambut baik inisiatif ini. Baginya, ini wujud komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Kami berharap inovasi ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan jantung di 22 Puskesmas di Kabupaten Jayapura, terutama dalam deteksi dini serangan jantung melalui rekam jantung,” katanya.
Selain peluncuran Tele-EKG, kegiatan World Heart Day 2024 juga dimeriahkan fun walk, pelatihan Basic Life Support (BLS) bagi 300 mahasiswa FK Unair, dan sosialisasi aplikasi Detak-C untuk memantau kesehatan jantung.
Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Direksi RSUD Dr Soetomo, Direksi RS Unair, Dekanat FK Unair, serta Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) Surabaya dan Ketua IAKAS.
Program ini mencerminkan kolaborasi lintas daerah dan inovasi teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan jantung, terutama di daerah terpencil seperti Kabupaten Jayapura. [ipl/aje]






