Surabaya (beritajatim.com) – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) pada Jumat, 13 September 2024. Kolaborasi ini mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, dengan fokus pada pengembangan jurnalistik. Penandatanganan perjanjian dilakukan oleh Dekan FIKOM UKWMS, Brigitta Revia, dan Sekretaris AJI Surabaya, Hana Septiana di kampus UKWMS.
Kerja sama ini akan berlangsung hingga 2027 dan diharapkan dapat memperkaya wawasan akademis serta praktik jurnalistik bagi mahasiswa. “Ini kesempatan bagi mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mendapatkan keterampilan praktis di bidang jurnalistik,” ujar Brigitta.
Brigitta berharap, melalui kerja sama ini, mahasiswa FIKOM UKWMS bisa mendapatkan lebih banyak pengetahuan dan pengalaman baru, terutama dalam bidang komunikasi dan jurnalistik.
Ketua AJI Surabaya, Andre Yuris, juga menekankan pentingnya kerja sama ini sebagai sarana bagi anggota AJI untuk berbagi pengalaman dalam mengajar praktik jurnalistik. “Dengan adanya disrupsi media saat ini, kolaborasi ini penting untuk memperkuat kajian akademis serta praktik jurnalistik yang berfokus pada kepentingan publik,” kata Andre.
Pengembangan Pers Mahasiswa dan Riset Media
Selain pengembangan akademis, AJI Surabaya dan FIKOM UKWMS juga bersepakat untuk mengembangkan pers mahasiswa di UKWMS. Tak hanya itu, kedua pihak akan berkolaborasi dalam riset terkait ekosistem media, profesionalisme, serta kesejahteraan jurnalis.
“AJI Surabaya sedang mempersiapkan penelitian mengenai ekosistem media, dan kami akan bekerja sama dengan akademisi FIKOM UKWMS dalam penelitian ini,” tambah Andre.
Bedah Buku dan Kegiatan Ulang Tahun AJI Surabaya
Sebagai bagian dari kerja sama ini, diadakan pula bedah buku berjudul Runtuh Dari Dalam karya Nanang Krisdinanto, dosen FIKOM UKWMS. Buku tersebut mengulas konsep firewall dalam jurnalisme, yang dalam praktiknya sering tergeser oleh tekanan komersialisasi. Bedah buku ini menghadirkan Miftah Faridl dari AJI Surabaya dan Anastasia Jessica, dosen filsafat UKWMS, sebagai pembahas.
Penandatanganan kerja sama ini juga menjadi bagian dari peringatan ulang tahun ke-26 AJI Surabaya. Rangkaian acara ulang tahun ini meliputi berbagai kegiatan seperti Workshop Pelaporan Sensitif Pilkada, diskusi bertema “Mengapa Jurnalis Perlu Berserikat?”, pelatihan peningkatan kapasitas advokasi dan GEDSI, serta Kick off Program 24-27 yang diakhiri dengan pengukuhan anggota baru AJI Surabaya. [beq]






