Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto akan menaikkan honor insentif dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025 untuk sejumlah elemen masyarakat yang telah banyak membantu pemerintah daerah.
Beberapa di antaranya yang akan mendapat kenaikan insentif tahun depan adalah guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap, kader posyandu, sopir ambulans puskesmas dan ambulans desa, ketua rukun tetangga dan rukun warga, dan guru ngaji.
Hendy berharap DPRD Jember akan menyetujui rencananya saat pembahasan bersama. “APBD ini harus kita maksimalkan untuk berputar di dalam. Kami akan memberikan insentif tambahan bagi masyarakat Jember yang memang membantu program pemerintah, seperti RT-RW, kader posyandu, sopir ambulans, GTT-PTT, guru ngaji. Semua (insentif) akan kami naikkan,” katanya, Sabtu (14/9/2024).
Alokasi insentif untuk kader posyandu dalam APBD Jember 2025 yang akan ditambah dari Rp 300 ribu menjadi Rp 400 ribu per bulan. Hal ini dikarena mereka akan bertugas mendekatkan layanan primer kesehatan ke masyarakat.
“Kami punya lebih dari dua ribu titik posyandu yang akan menjalankan pelayanan primer ke masyarakat. Jadi tugas kader posyandu semakin berat. Jadi kami tambah uang inspirasinya, bukan gaji ini. Seharusnya bisa lebih besar. Tapi minimal setelah awalnya Rp 200 ribu, naik ke Rp 300 ribu, dan nanti Rp 400 ribu,” kata Hendy.
Sementara untuk guru tidak tetap (GTT), Bupati Hendy merencanakan kenaikan Rp 250 ribu dari honor yang terendah Rp 1,2 juta menjadi Rp 1,45 juta dan yang tertinggi dari Rp 2,2 juta menjadi Rp 2,45 juta per bulan.
Hal serupa juga diperuntukkan pegawai tidak tetap (PTT) sekolah. Bupati Hendy akan mengalokasikan kenaikan Rp 250 ribu dari honor terendah Rp 1,2 juta menjadi Rp 1,45 juta dan yang tertinggi dari Rp 2,2 juta menjadi Rp 2,45 juta per bulan.
Sebagaimana sebelumnya, honor GTT-PTT yang sudah mendapat SK bupati ini akan disesuaikan dengan masa kerja dan tingkat pendidikan.
Guru ngaji juga mendapat tambahan insentif Rp 500 ribu per tahun dari Rp 1,6 juta menjadi Rp 2,1 juta. Total ada 22 ribu guru ngaji yang diverifikasi faktual untuk bisa menerimanya.
Sementara untuk sopir ambulans puskesmas dan ambulans desa akan ada kenaikan honor dari Rp 1,75 juta per bulan menjadi Rp 1,895 juta per bulan. Total jumlah sopir ambulans puskesmas dan ambulans desa di Jember saat ini tercatat 298 orang.
Hendy menegaskan, APBD Jember masih mencukupi untuk kenaikan insentif di beberapa sektor. “Kami tidak naikkan terlalu banyak. Tapi harapannya dengan tambahan uang itu, mereka bisa berbelanja di Kabupaten Jember,” katanya.
Hendy menyebut kenaikan insentif itu sebagaui strategi pembangunan. “Esensinya adalah warga yang tidak naik gaji pun akan terdampak karena perekonomian naik. Jadi kami ingin meningkatkan daya beli masyarakat,” katanya.
Bupati Hendy Siswanto sudah menyerahkan langsung dokumen Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioriras Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 ke DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senun (5/8/2024).
Namun hingga saat ini belum ada pembahasan bersama DPRD Jember. Hal ini dikarenakan belum ada penetapan pimpinan DPRD Jember definitif dan alat kelengkapan sejak pelantikan anggota parlemen pada 21 Agustus 2024.[wir]







7 Komentar
Terima kasih Bapak Bupati telah menaikkan gaji Kader posyandu,Bapak emang no.1 🙏
Terimakasih langkah baiknya ..tapi nuansa politiknya ketara banget pak….maaf sy tetap gak mau nepotisme mengakar di jember
Guru ngaji lbh butuh perhatian p.bupati
Alhamdulillah,..
Semoga bermanfaat bagi masyarakat Jember khususnya para penerima.
Semoga kedepannya PPG PAI juga menjadi sorotan serius dari kebijakan Bupati Jember.
Sangat membantu
Alhamdulillah terimakasih banyak bapak bupati.. Semoga sukses selalu kedepannya
Jember kueren
Namun bupati Hendy lupa janjinya kepada guru d sekolah swasta semoga bisa memberikan gaji juga kepada guru d madrasah seperti b.faidah dulu ada anggaran gaji guru swasta melalui bosda