Malang (beritajatim.com) – Progres renovasi Stadion Kanjuruhan di Kepanjen, Kabupaten Malang, tinggal 15 persen lagi. Sesuai kontrak kerja, PT Waskita Karya selaku pelaksana proyek renovasi pasca Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu, bakal menyelesaikan seluruhnya pada 26 Desember 2024 mendatang.
“Secara keseluruhan sudah 85 persen pengerjaan. Tinggal 15 persen lagi yang akan kita rampungkan,” ungkap Vino Teguh Pramudia, Project Manager PT Waskita Karya, Kamis (26/9/2024).
Vino menjelaskan, penguatan struktur bangunan Stadion Kanjuruhan sudah dilakukan. Finishing arsitek juga sudah dikerjakan.
“Memang 15 persen sisa yang belum kami laksanakan itu adalah atap di tribun barat stadion beserta penutupnya. Kemudian juga sisa sisa kecil finishing yang belum kami laksanakan. Ya tinggal sedikit sedikit saja,” tegasnya.
Soal progres monumen atau museum Tragedi Kanjuruhan, Vino mengaku, hasil keputusan sebulan lalu yang diambil khusus bangunan di pintu 13 dengan monumen, mulai hari ini akhirnya disetujui dengan beberapa titik penguatan struktur bangunan.
“Titik penguatan struktur kita lakukan hari ini dengan menyisakan orginalitas tangga di pintu tiga belasnya. Per hari ini, per siang hari ini, progres penguatan struktur di pintu 13 sudah mencapai tujuh puluh persen. Setelah itu kami akan memberikan tata ruang fungsinya sesuai kesepakatan diwakili yayasan keluarga korban Kanjuruhan dan Pemkab Malang selaku user,” ujarnya.

Masih kata Vino, khusus pengelolaan di pintu 13 baik untuk monumen diserahkan pada yayasan keluarga tragedi Kanjuruhan.
“Kami hanya memberikan tata fungsi ruang yang aman untuk digunakan. Dengan apa, dengan pengerjaan penguatan struktur di titik yang sudah disepakati bersama,” terangnya.
Dalam area pintu 13, sambung Vino, pengelolaan interiornya akan diserahkan pada Pemkab Malang selaku user.
“User kami ini kan Pemkab Malang ya, jadi kita serahkan Pemkab. Dari Pemkab nanti yang berhubungan dengan yayasan keluarga Kanjuruhan. Jadi keputusannya untuk pengelolaan pintu 13 dari Pemkab Malang dsn yayasan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan,” ucapnya.
Menurut Vino, pihaknya mewujudkan new face. Atau wajah baru Stadion Kanjuruhan pasca tragedi. “Kami mewujudkan new face. Kami merenovasi secara masif, dan ini lebih rumit dibanding kita membangun stadion yang baru. Karena kita harus mempertahankan legacy, dan juga mempertahankan struktur yang lama, dengan menambah kekuatan serta memberikan aspek-aspek keamanan dan kenyamanan untuk penonton,” bebernya.

Sehingga, lanjut Vino, dari setiap gate atau pintu yang dibangunan kembali sudah pasti ada perubahan. “Ada perubahan pastinya, karena kita ketahui bersama stadion yang lama keamanan dah kenyamanan kan masih kurang ya, termasuk akses keluar masuk untuk evakuasinya. Kami lakukan pelebaran dan perubahan tangga secara total. Jadi tangga lama kami bongkar, kami buat yang baru dengan tangga yang lebih aman,” tuturnya.
Terakhir, Vino bilang, khusus kapasitas kursi penonton, ada pendisiplinan. “Memang ada pendisiplinan ya untuk seat penonton. Stadion lama kapasitas kursi penonton itu 18 ribu. Tapi karena tidak ada pendisiplinan single seat, jadinya berpuluh-puluh ribu penonton dan over kapasitas. Itulah kita masuk di sini, kita lakukan pendisiplinan dengan single seat menyesuaikan kekuatan struktur bangunan. Sehingga kapasitas single seat sebanyak 21.700 tempat duduk penonton,” pungkas Vino. [yog/beq]






