Pamekasan (beritajatim.com) – Pesta demokrasi berupa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, dijadwalkan digelar secara serentak pada 27 November 2024 mendatang. Tidak terkecuali di kabupaten Pamekasan.
Pada pemilihan bupati dan wakil bupati Pamekasan, terdapat tiga pasangan calon (paslon) yang secara resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan, Jl Brawijaya 34 Pamekasan, 27-29 Agustus 2024 lalu.
Ketiga paslon tersebut masing-masing KH Kholilurrahman dan Sukriyanto (KHARISMA), Fattah Jasin dan Mujahid Anshori (TAUHID), serta Muhammad Baqir Aminatullah dan Taufadi (BERBAKTI). Ketiganya tinggal menunggu penetapan paslon pada 22 September 2024 mendatang.
KH Kholilurrahman merupakan calon bupati Pamekasan, yang merupakan seorang tokoh agama yang memiliki pengalaman relatif panjang dalam karir politik. Sebab Pengasuh Pondok Pesantren Matsaratul Huda, Panempan, Pamekasan, juga pernah tercatat sebagai Bupati Pamekasan, Periode 2008-2013 silam.
Bahkan jauh sebelum itu, figur yang akrab disapa Kiai Kholil juga sempat menjabat selama dua periode sebagai anggota DPRD Jawa Timur, yakni pada 1999-2024, serta 2004-2008. Termasuk menjabat sebagai legislator senayan di Jakarta, periode 2014-2018.
Pada moment pilkada tahun ini, Kiai Kholil kembali mencalonkan diri sebagai bupati Pamekasan, sekaligus menggandeng politisi muda Partai Demokrat, Sukriyanto berkat usungan dan dukungan dari koalisi empat partai politik (parpol), yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Demokrat, Gelora, dan Nasdem.
Calon wakil bupati pasangan Kiai Kholil, Sukri merupakan figur muda yang sempat menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) selama dua periode di Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan. Bahkan tidak menutup kemungkinan, ia bisa melanjutkan estafet Almarhum Raja’e yang menjabat sebagai wakil bupati Pamekasan, pasca menjabat sebagai Kades Bujur Barat, Batumarmar, Pamekasan.
Calon lainnya, Fattah Jasin merupakan sosok birokrat yang sudah malang melintang dan berpengalaman di dunia birokrasi. Figur kelahiran Sumenep, juga sempat menjabat sebagai Wakil Bupati Pamekasan, menggantikan almarhum Raja’e dengan status Pergantian Antarwaktu (PAW).
Namun jauh sebelum itu, kiprahnya di bidang birokrasi tentunya tidak perlu diragukan lagi, bahkan ia terbilang cukup sukses dan sudah menempati beragam jabatan sebagai abdi negara, khususnya di Jawa Timur.
Senada dengan pasangannya, Mujahid Anshori yang notabene sebagai politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP), tentunya dengan rentetan pengabdian yang cukup panjang, sekalipun pada momen pilkada ini, ia justru tidak mendapatkan rekomendasi dari parpol berlogo Ka’bah.
Kebersamaan Fattah dan Mujahid didukung 10 parpol berbeda, meliputi lima parpol parleman, yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Gerindra, Golkar, PKB, PKS, serta lima parpol non parlemen, yakni Partai Buruh, Garuda, PKN, PSI dan Partai Umat.
Tidak kalah menarik kandidat ketiga, yakni Muhammad Baqir Aminatullah. Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid, Palpettok, Desa Plakpak, Pagantenan, Pamekasan, merupakan sosok muda yang baru mau menginjak usia 27 tahun pada 14 November 2024 mendatang.
Figur yang akrab disapa Ra Baqir, memang belum memiliki track record signifikan di bidang politik. Namun perlu digaris bawahi jika ia menjadi salah satu tokoh penting pada pelaksanaan pilkada 2018 lalu, dan mengantarkan pasangan Badrut Tamam dan Raja’e sebagai bupati dan wakil bupati Pamekasan, mengalahkan KH Kholilurrahman bersama Fathor Rohman.
Ketertibannya dalam politik praktis pada saat itu, disinyalir menjadi awal dan cikal bakal ketertarikan Ra Baqir pada dunia politik. Sehingga ia diusung PPP bersama PDI Perjuangan, Hanura dan Perindo, agar maju pada Pilkada Pamekasan 2024 mendatang.
Pada momen tersebut, Ra Baqir berpasangan dengan Taufadi yang memiliki pengalaman relatif lebih banyak dalam bidang sosial politik. Terlebih Mas Taufadi selama ini juga tercatat sebagai Ketua Said Abdullah Institute (SAI).
Hal tersebut membuat Mas Taufadi relatif dikenal di masyarakat kalangan bawah, seiring dengan beragam aksi sosial yang dilakukan sejak beberapa tahun sebelumnya. Bahkan dalam kesempatan tersebut, ia juga di back up secara langsung oleh jajaran pengurus PDI Perjuangan Pamekasan, mulai dari tingkat kabupaten hingga ranting.
Dari ketiga paslon di atas, tentunya masyarakat memiliki pengetahuan maupun pemahaman tersendiri untuk menentukan pilihan tentang siapa layak dan siapa pantas untuk menjabat sebagai Bupati maupun Wakil Bupati Pamekasan, Periode 2024-2029. Sekaligus melanjutkan tongkat estafet ke-19 sebagai orang nomor 1 di Pamekasan. [pin/aje]
Periodisasi Bupati Pamekasan:
Ditunjuk, Diangkat dan Dilantik oleh Belanda:
1. R Ario Moh Hasan (1854-1891)
2. R Ario Abdul Aziz (1891-1922)
3. R Abdul Jabbar (1922-1934)
4. R Abdul Aziz (1934-1942)
Ditunjuk, Diangkat dan Dilantik oleh Jepang:
5. R Ario Zainal Fatah (1942-1951)
Diangkat oleh Presiden Soekarno (Orde Lama):
6. R Hairuddin Harjokusumo (1951-1959)
7. R Moh Hanafia (1959-1960)
8. R Abdul Rahem (1960-1969)
Diangkat oleh Presiden Soeharto (junta militer):
9. R Haliudin (1969-1974)
10. Moh Tamyis (1974-1976)
11. Moh Toha (1976-1983)
12. H Hadiatullah (1983-1988)
13. H Subagio (1993-1998)
14. Dwiatmo Hadiyanto (1998-2003)
Dipilih oleh DPRD Pamekasan:
15. Achmad Syafii Yasin (2003-2008)
Dipilih Langsung oleh Rakyat Pamekasan:
16. KH Khalilurrahman (2008-2013)
17. Achmad Syafii Yasin (2013-2017)
18. H Baddrut Tamam (2018-2023)






