Gresik (beritajatim.com)- Keberadaan industri logistik di Indonesia terus menggeliat. Tidak tanggung-tanggung sejumlah perusahaan terus berlomba memberikan pelayanan yang terbaik di dunia industri logistik.
Untuk itu, guna menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Perusahaan logistik Tiki Jalur Nugraha Ekakurir, atau lebih dikenal JNE memberikan edukasi kepada ratusan mahasiswa di Gresik yang berniat terjun di sektor ini.
Melalui ajang ‘LogistiChamp’ sebuah kompetisi yang diadakan oleh program Teknik Logistik. Mahasiswa Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) diberi edukasi mengenai dunia kelogistikan.
Business Development and Partnership Division JNE, Mayland Hendar Prasetyo mengatakan, saat ini bisnis pelayanan jasa pengiriman tantangannya semakin ketat. Agar bisa tetap survive kami mengandalkan instan kurir berbasis aplikasi.
“Dengan fitur aplikasi itu, konsumen bisa memantau paket yang dikirim secara langsung sampai ke tempat tujuan dalam waktu 1 jam,” katanya, Minggu (8/9/2024).
Ia menambahkan, alasan dipilihnya UISI Gresik. Pasalnya, kampus ini memiliki program studi yang sesuai dengan bidang perusahaannya.
“Biasanya kita kalau masuk kampus itu tergantung segmentasinya. Berbicara bagaimana memasarkan produknya, bagaimana menjual produk di era digital. Tapi kali ini lebih ke supplay chain atau logistik,” imbuhnya.
Mayland juga menjelaskan, tantangan yang dihadapi bisnis logistik di Indonesia di antaranya adalah kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Untuk itu, pihaknya mengajak para peserta berpikir kritis mengenai peluang sekaligus tantangan logistik di tanah air.
“Kami berurusan dengan logistik sudah 34 tahun di Indonesia. Melalui edukasi kepada anak-anak muda mengingat logistik menjadi backbond dalam hal pengiriman barang,” ungkapnya.
Sementara Ketua LogistiChamp 2024 Aldy Nuari Irnianto menyatakan pihaknya menyambut positif keberadaan perusahaan logistik ternama di kampusnya.
“Ini merupakan kegiatan tahunan Departemen Teknik Logistik UISI. Diadakannya kompetisi LogistiChamp. Harapannya, pelaku di dunia pendidikan akan lebih mengenal dan memahami permasalahan logistik. Baik dari segi materi pembelajaran maupun prospek kerja yang ditawarkan,” pungkasnya. [dny/but]






