Surabaya (beritajatim.com) – Asosiasi Konsultan Hak Kekayaan Intelektual (AKHKI) sukses menggelar AKHKI Expo 2024 di Surabaya. Acara ini menjadi sorotan bagi para pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang ingin meningkatkan daya saing bisnisnya di era global.
Dalam acara tersebut, para ahli dan pelaku usaha sepakat bahwa Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) adalah aset yang sangat berharga bagi UMKM. HAKI tidak hanya melindungi inovasi dan merek dagang, tetapi juga meningkatkan nilai bisnis, membuka peluang kerjasama, dan mempermudah akses ke pasar global.
Suyud Margono, SH, MHum., FCIArb, Ketua Umum AKHKI mengatakan, organisasi profesi ini sudah berdiri sejak 15 September Tahun 2006 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2005 tentang Konsultan Hak Kekayaan Intelektual, sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 100 Tahun 2021, sesuai Pasal 32 PP yang berlaku merupakan wadah tunggal Organisasi Profesi Konsultan Kekayaan Intelektual Indonesia, yang diangkat dan terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Kementerian Hukum dan HAM RI.
“Dalam melaksanakan maksud dan tujuan organisasi profesi terbuka terhadap kerjasama kelembagaan kepada berbagai lembaga/ instansi dan organisasi non pemerintahan,” kata Suyud, disela AKHKI Expo 2024 yang digelar di atrium V Juction lantai 3 mal Ciputra World Surabaya.
Salah satu jenis lembaga atau instansi dan organisasi non pemerintah yang mereka layani adalah para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dimana para pelaku UMKM ini sangat penting dalam mendaftar hak paten, hal merek, hak cipta, hal dagang dan berbagai jenis lainnya yang termasuk dalam HAKI.
“Karena terbukti UMKM yang telah mendaftarkan HAKI-nya, sudah memiliki daya saing yang luas dan bisa berkembang dengan pesat. Dalam AKHKI Expo 2024 ini, kami tampilkan UMKM Pusol dan Depot Bu Rudi serta Baba Rafi Enterprise terkait HAKI mereka yang berhasil ikut mendorong peningkatan dan pengembangan usahanya,” ungkap Suyud.
Benny Muliaan, SE., MH, Ketua Komisariat AKHKI Surabaya sekaligus Ketua Pelaksana AKHKI Expo 2024 mengatakan, konten kreator kini tidak bisa asal menggunakan lagu ataupun font yang beredar di internet.
“Saat ini semua bisa berurusan dengan hukum terkait HAKI. Memang kelihatannya simpel, asal ambi di internet. Tapi bisa jadi itu melanggar hak cipta dari si kreatornya,” terang Benny, Jumat (27/9/2024).
Menurut Benny, HKI memiliki cakupan yang luas. Selain, merk dan hak paten, hak cipta dari karya-karya para konten kreator juga perlu didaftarkan.
Salah satu kisah sukses yang paling menarik perhatian adalah Baba Rafi Enterprise. Chasan Abrori, perwakilan Baba Rafi, berbagi pengalaman bagaimana perusahaan kebab ini berhasil go internasional berkat perlindungan HAKI. Dengan memiliki hak paten, hak merek, hak cipta, dan hak dagang, Baba Rafi dapat menjaga keaslian produknya dan memperluas jaringan bisnis hingga ke 10 negara.
Selain Baba Rafi, UMKM lokal lainnya seperti Pusat Oleh-oleh (Pusol) dan Depot Bu Rudi juga merasakan manfaat nyata dari HAKI. Bu Rudy, pemilik Pusol dan Depot Bu Rudi, mengungkapkan bahwa merek Bu Rudi semakin kuat dan berkembang pesat setelah didaftarkan.
“Sebelumnya saya hanya punya satu paten dan saya tidak muluk-muluk. Tapi ternyata anak-anak bisa mengembangkan dan mereka juga sudah mencatatkan ke HAKI,” cerita Bu Rudy.
Pemerintah Indonesia sangat mendukung upaya UMKM dalam melindungi kekayaan intelektualnya. Berbagai kemudahan dan insentif telah disediakan untuk mempermudah proses pendaftaran HAKI. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang inovatif dan berdaya saing.
Dalam era digital, perlindungan HAKI semakin penting. Konten kreator, misalnya, perlu melindungi karya-karyanya dari plagiarisme dengan mendaftarkan hak cipta. Benny Muliaan, Ketua Komisariat AKHKI Surabaya, menekankan bahwa HAKI tidak hanya berlaku untuk produk fisik, tetapi juga untuk karya-karya digital.
Dalam acara puncak AKHKI Expo 2024, diberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang berjasa dalam pengembangan kekayaan intelektual di Indonesia. Gunawan Suryomucito meraih penghargaan sebagai Konsultan Kekayaan Intelektual terbaik, sedangkan musisi legendaris Iwan Fals mendapatkan penghargaan sebagai publik figur yang inspiratif.
AKHKI Expo 2024 telah berhasil menyadarkan para pelaku UMKM tentang pentingnya HAKI dalam mengembangkan bisnis. Dengan melindungi inovasi dan merek dagang, UMKM dapat meningkatkan daya saing, membuka peluang pasar yang lebih luas, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.[rea/beq]






