Malang (beritajatim.com) – Sayembara menulis cerita pendek (cerpen) dalam rangkaian Festival Sastra Kota Malang 2024 telah menemukan 10 naskah terbaik. 10 naskah ini dipilih dari ratusan peserta sayembara yang mengirim cerpen.
Manajer Program Festival Sastra Kota Malang 2024, Ajun Nimbara menjelaskan bahwa Sayembara cerpen ini mengusung tema “Jelajah Cita Rasa”. Ia menjelaskan bahwa tema tersebut dapat meliputi cerita pangan (makanan, minuman, rempah), resep pangan dari berbagai latar belakang, proses pemerolehan pangan, eksplorasi kreatif cita rasa pangan dan terhadap bahan-bahan pangan.
“Untuk lomba ini ada tiga orang juri yang memang kompeten dan memiliki andil penting dalam dinamika sastra di Jawa Timur. Ketiganya sudah sepakat untuk memilih 10 naskah terbaik. Nanti, salah satu naskah terbaik akan dipertunjukkan pada saat festival,” ujar Ajun.
Adapun 10 naskah terbaik Sayembara Menulis Cerpen Festival Sastra kota Malang 2024 sebagai berikut:
1.Kepulangan Rimpang Rimpang – Afifah Fitri Wahyuningtyas
2. Koki Peng Fang dan Mantra Mardiah – Dadang Ari Murtono
3. Perjamuan Ganjil Brilian – Eby Raynangge
4. Asam Manis Lidah Mertua – Fatima Tuzzaroh
5. Bumbu Ajaib dan Dapur yang Lupa Dikunci – Firdausya Lana
6. Meramu Rasa dengan Cinta – Kayla Qariru Zaki
7. Tamat Riwayat Jamu Jampi – Putriyana Asmarani
8. Lapis Lima Rasa Windy – Rachmawati Amanat
9. Ritus Tebu dan Gundik Gula – Rizki Amirulloh
10. Sebungkus Babat – Tantra Ashari
Selanjutnya, para pemenang akan diundang untuk mengikuti acara launching buku finalis sekaligus penyerahan hadiah pada 28 September 2024. Sementara itu, puncak Festival Sastra Kota Malang akan diselenggarakan pada 26 – 29 September 2024 di Critasena.
Ketua komunitas Pelangi Sastra Malang, Denny Mizhar menjelaskan bahwa kegiatan Festival Sastra Kota Malang 2024 terselenggara atas Bantuan Pemerintah Bidang Kebahasaan dan Kesastraan: Penguatan Komunitas Sastra dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra.
“Pada periode pertama, Festival Sastra Kota Malang telah berhasil dilaksanakan pada bulan Agustus sampai puncaknya tanggal 19 s.d. 22 Oktober 2023 di Kota Malang dengan antusias yang cukup memuaskan. Festival Sastra Kota Malang 2024 pun kembali digelar untuk menyambut keberlanjutannya,” ujar Denny.
Manajer Festival Sastra Kota Malang 2024, Dewi R Maulidah menjelaskan bahwa festival ini mengusung tema “Jelajah Cita Rasa”. Tema tersebut akan tidak hanya membahas tentang kuliner di Malang, tetapi juga membahas karya sastra tentang kuliner dari penulis nasional maupun penulis dari Malang.
“Kami membahas Jelajah Cita Rasa di festival sastra kota Malang tahun 2024 karena kota Malang ini tidak bisa lepas dari kuliner. Salah satu kuliner paling legendaris di Malang adalah tempe. Kuliner dapat dihubungkan dengan sastra melalui kajian gastronomi, hal itu yang akan digali dan dibahas lebih jauh,” ucap Dewi, Kamis (5/8/2024).
Dijelaskan Dewi, acara festival sastra ini selain menghadirkan sejumlah sastrawan nasional dan lokal, ada juga berbagai penampilan. Ada penampilan musik, pembacaan puisi, teatrikal, hingga tari. (dan/ian)






