Blitar (beritajatim.com) – Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) Kabupaten Blitar saat ini tengah mengerjakan 7 proyek jembatan. Ketujuh jembatan yang tengah dikerjakan itu tersebar di Desa Plumpungrejo Kecamatan Kademangan, Desa/Kecamatan Panggungrejo, Desa Butun Kecamatan Gandusari, Desa Slorok Kecamatan Garum, Desa Bacem Kecamatan Sutojayan, Desa Kalitengah Kecamatan Panggungrejo dan Desa Dayu, Kecamatan Nglegok.
Proyek jembatan tersebut saat ini tengah dikerjakan dan progresnya sudah mencapai 50 persen lebih. Meski mengalami keterlambatan namun itu masih bisa dikejar dan ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.
“Jembatan yang mengalami molor dari target schedule hanya 0, sekian persen saja. Sehingga tidak banyak dan langsung diatasi. Kami sudah mengevaluasi dan tidak akan terjadi seperti di Jembatan Subali tahun lalu molor selesainya,” ujar Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Blitar Hamdan Zulkifli Kurniawan, Kamis (5/9/2024).
Untuk jembatan Desa Butun dan Slorok progresnya sudah mencapai 70 persen. Karena kedua jembatan itu beberapa bahan fisiknya sudah terpasang. Sementara untuk 5 proyek jembatan lainnya saat ini progresnya masih di bawah 50 persen.
“Untuk Jembatan Plumpungrejo progresnya masih 40 persen. Dulunya ini sabo dam dan dijadikan jembatan oleh masyarakat desa. Jembatan ini ditargetkan selesai pada 10 November mendatang,” ungkapnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Jembatan Plumpungrejo masih terus dikebut kontraktor untuk pengerjaannya. Saat ini besi-besi penyangga jembatan telah terpasang, sehingga kuat digunakan dilewati kendaraan motor dan mobil. Jembatan Plumpungrejo sudah dikerjakan sejak 14 Mei lalu dan PUPR optimis dapat selesai sebelum deadline.
Kini untuk kendaraan roda dua, sementara bisa melewati jembatan yang terbuat dari anyaman bambu, dan untuk roda empat bisa memutar lewat arah timur. Manfaat dari jembatan tersebut selain untuk memperlancar arus lalu lintas antar desa, juga memberi keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat.
Mengingat sebelum dibangun, sering terjadi kecelakaan ketika melewati kawasan tersebut. Selain itu, banyak juga anak sekolah yang melintas karena bisa mempersingkat waktu. [owi/aje]






