Pamekasan (beritajatim.com) – Tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati, dipastikan bakal bersaing pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Pamekasan, yang dijadwalkan digelar serentak pada 27 November 2024 mendatang.
Ketiga Paslon tersebut masing-masing pasangan Fattah Jasin dan Mujahid Anshori (TAUHID), KH Kholilurrahman dan Sukriyanto (KHARISMA), serta pasangan Muhammad Baqir Aminatullah dan Taufadi (BERBAKTI).
Ketiganya juga dipastikan sudah mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan, Jl Brawijaya 34 Pamekasan, Rabu dan Kamis (28-29/8/2024) lalu. Bahkan juga sudah melakukan cek kesehatan di RSUD dr Slamet Martodirdjo Pamekasan.
Pasangan Calon TAUHID
Fattah Jasin dan Mujahid mengusung tagline TAUHID sebagai gabungan dari nama pasangan calon, keduanya merupakan paslon yang saling melengkapi dengan background birokrat dan politisi.
Raden Bagus Fattah Jasin merupakan tokoh kelahiran Sumenep, 25 April 1962, ia merupakan mantan wakil bupati Pamekasan, menggantikan Almarhum Raja’e, dan kiprahnya di bidang birokrasi tidak perlu diragukan lagi. Sebab sejauh ini, ia sudah menempati berbagai jabatan sebagai abdi negara.
Selain PAW wakil bupati Pamekasan, bersama Badrut Tamam, ia juga sempat menjabat sebagai Kepala Bakorwil IV Madura, selama 9 bulan, terhitung mulai Desember 2019 hingga purna tugas pada September 2020. Termasuk menjabat sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur, pada era kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Sosok yang sempat mencalonkan diri sebagai bupati Sumenep, dan familiar dengan sebutan Gus Acing, juga pernah tercatat sebagai Kepala Biro Administrasi Perekonomian Pemprov Jatim, pada 2008. Sekaligus memberikan karirnya dalam birokrasi dengan menduduki jabatan strategis dari tingkat daerah hingga provinsi.
Seperti jabatan sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Koperasi Pemprov Jatim, pada 2011, serta Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Timur, pada 2014. Termasuk saat dirinya dilantik sebagai Penjabat (Pj) Bupati Pamekasan, pada 2018 silam.
Sementara calon wakil bupati pasangan Fattah Jasin, Mujahid Anshori yang memiliki nama lengkap Ahmad Mujahid Anshori, merupakan tokoh kelahiran Pamekasan, 1 April 1968. Figur yang akrab disapa Kiai Mujahid merupakan politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Bersama partai politik (parpol) berlogo Ka’bah, dirinya juga sempat tercatat sebagai anggota DPRD Jawa Timur, selama dua periode, yakni 2009 hingga 2019. Ia menjadi salah satu wakil masyarakat Madura, di DPRD Jatim, yakni Bangkalan, Pamekasan, Sampang, dan Sumenep.
Bahkan hingga saat ini, tokoh yang berdomisili di Wonocolo, Surabaya, juga tercatat sebagai petinggi atau pengurus inti di Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jatim. Sekalipun untuk pelaksanaan pilkada Pamekasan, dirinya tidak mendapat dukungan dari parpol yang dibesarkannya.
Sebab pada pelaksanaan pilkada Pamekasan 2024, pasangan TAUHID didukung 10 parpol berbeda, meliputi lima parpol parleman, yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Gerindra, Golkar, PKB, PKS, serta lima parpol non parlemen, yakni Partai Buruh, Garuda, PKN, PSI dan Partai Umat.
Paslon KHARISMA: Khalilurrahman-Sukri untuk Pamekasan Bangkit Bersama
Calon bupati dengan nama lengkap KH Kholilurrahman Wafi atau yang akrab disapa Kiai Kholil Nempan, merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Matsaratul Huda, Panempan, Pamekasan. Ia merupakan seorang tokoh agama yang memiliki pengalaman panjang dalam bidang politik.
Dalam perjalanan karir politiknya, ia tercatat sebagai kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sempat menjadi wakil rakyat Madura, di DPRD Jatim selama dua periode, yakni Periode 1999-2024, serta Periode 2004-2008.
Pasca dua periode berkantor di Indrapura Surabaya, Kiai Kholil selanjutnya mencalonkan diri sebagai Bupati Pamekasan, bersama Kadarisman Sastrodiwirdjo. Keduanya bersaing melawan Achmad Syafii Yasin, dan berhasil menjabat sebagai Bupati Pamekasan, Periode 2008-2013. Sekalipun pada periode berikutnya dikalahkan oleh Achmad Syafi’i.
Pasca menjabat sebagai Bupati Pamekasan, lengkap dengan beragam prestasi dan apresiasi dari masyarakat, ia melanjutkan karir politiknya untuk berangkat ke Senayan, yakni kembali terpilih sebagai wakil rakyat Madura di DPR RI, Periode 2014-2018. Namun pada tahun-tahun berikutnya, ia kembali ke pesantren yang diasuhnya.
Kali ini Kiai Kholil menggandeng kemesraan bersama Sukriyanto, mantan Kepala Desa (Kades) Blaban, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, guna maju dan mencalonkan diri sebagai paslon bupati dan wakil bupati Pamekasan. Pasangan ini didukung empat parpol parleman, yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Gelora, dan Partai Nasional Demokrat alias Nasdem.
Sosok Sukriyanto memang terdengar kurang familiar dibanding Kiai Kholil, namun di kalangan komunitas kepala desa, ia merupakan sosok yang dihormati dan cukup dikenal. Sekalipun dalam karir politiknya hanya berkutat di tingkat desa.
Hanya saja berangkat dari pengamalan pilkada sebelumnya, Badrut Tamam bersama Raja’e terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Pamekasan, tidak lepas dari ketokohan sosok Raja’e (almarhum) yang notabene sempat menjabat sebagai Kepala Desa Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan.
Sehingga bukan tidak mungkin, sejarah akan kembali terulang untuk mewujudkan sosok kepala desa naik pangkat dan jabatan sebagai wakil bupati Pamekasan, sebagaimana yang ditunjukkan Raja’e pada pagelaran pilkada Pamekasan sebelumnya.
Paslon BERBAKTI: Bersama Ra Baqir dan Taufadi
Pasangan BERBAKTI merupakan kolaborasi unik berkat dukungan dari PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Serta dua parpol non parleman, yakni Partai Hanura dan Perindo.
Muhammad Baqir Aminatullah atau yang akrab disapa Ra Baqir, merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid, Palpettok, Desa Plakpak, Pagantenan, Pamekasan. Ia merupakan putra dari Almarhum KH Hasan Baqir bin KH Abd Hamid Baqir bin KH Abdul Majid bin KH Abd Hamid bin KH Istbat bin KH Ishaq.
Dalam kancah politik khususnya di kabupaten Pamekasan, Ra Baqir terbilang nama baru dan relatif muda dibanding figur lainnya. Sebab saat ini ia baru mau menginjak usia 27 tahun pada 14 November 2024 mendatang, serta belum memiliki track record signifikan di bidang politik.
Namun meski begitu, Ra Baqir juga menjadi salah satu tokoh penting pada perhelatan pilkada Pamekasan, 2018 lalu. Sebab peran dan aksinya mampu mengantarkan pasangan Badrut Tamam dan Raja’e tampil sebagai pemenang pilkada, sekaligus disinyalir menjadi awal dari ketertarikannya pada politik.
kekurangan tersebut sedikit tertutupi oleh sang calon wakil, Taufadi yang memiliki pengalaman konkrit dalam bidang sosial politik. Terlebih Mas Taufadi selama ini juga tercatat sebagai Ketua Said Abdullah Institute (SAI).
Bahkan sosok Taufadi juga relatif dikenal di masyarakat kalangan bawah, seiring dengan beragam aksi sosial yang dilakukan sejak beberapa tahun sebelumnya. Bahkan dalam kesempatan tersebut, ia juga di backup secara langsung oleh jajaran pengurus PDI Perjuangan Pamekasan, mulai dari tingkat kabupaten hingga ranting.
Terlebih aksi sosial yang dilakukan Mas Taufadi, juga dilakukan hampir merata di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan. Hal tersebut juga memberikan dampak signifikan bagi dirinya untuk dikenal masyarakat secara luas. [pin/ian]






