Blitar (beritajatim.com) – Pemilihan Bupati (Pilbup) Blitar tahun 2024 nampaknya akan berlangsung panas. Ini tersaji sejak awal pendaftaran bakal Calon Bupati-Wakil Bupati Blitar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blitar beberapa waktu lalu.
Rini Syarifah-Abdul Ghoni terlibat saling sindir dengan sang rival Rijanto-Beky. Awalnya, pasangan Rijanto-Beky mengungkapkan alasannya maju calon bupati-wakil bupati lantaran kondisi Kabupaten Blitar sedang tidak baik baik saja.
“Saya mencalonkan diri bukan keinginan saya, tapi karena masyarakat semua dan melihat Kabupaten Blitar yang tidak baik-baik saja. Makanya saya hadir untuk masyarakat semua untuk memakmurkan dan membangun Kabupaten Blitar lebih maju,” ucap Beky Herdiansyah, bakal Calon Wakil Bupati Blitar, Selasa (27/8/2024).
Asalan Beky maju tersebut ternyata mendapat reaksi keras dari calon petahana Rini Syarifah-Abdul Ghoni. Rini Syarifah membantah ucapan Beky soal Kabupaten Blitar yang tidak baik-baik saja. “Dimana tidak baik baiknya, coba dimana,” ucap Rini dengan nada sedikit kesal.
Menurutnya, kondisi Blitar saat ini tengah adem ayem, serta tidak seperti apa yang disebutkan oleh Beky. Perempuan yang akrab disapa Mak Rini itu pun menegaskan bahwa Blitar tetap adem ayem selama tidak ada pihak yang menghembuskan isu-isu tidak bagus.
“Saya sampaikan hari ini Blitar itu adem ayem, senyampang tidak ada orang yang memberikan isu yang tidak bagus,” tegasnya.
Tidak berhenti di situ, Rini pun akhirnya membeberkan sejumlah kinerjanya selama 3 tahun terakhir. Mak Rini pun menyebut bahwa selama 3 tahun ini kepemimpinannya dijalankan secara profesional.
“Coba kesehatan sudah dijamin seperti itu ada CSR-nya rumah sakit, kalau BPJS jebol APBD kita. Sedangkan BPR kita yang dulunya sudah mau kolap mau disuntik mati 80 persen MPL-nya sekarang sudah bagus coba, kalau tidak kepemimpinan yang profesional itu tidak mungkin,” tegasnya.
Saling sindir dan kritik ini pun kemungkinan akan terus berlanjut. Pasalnya ini merupakan pertempuran ulang antara Rijanto-Rini Syarifah. Meski dengan 2 wakil yang berbeda namun aroma balas dendam dan ingin merebut kembali serta ingin mempertahankan kedudukan menjadi bumbu yang akan tersaji selama tahapan Pemilihan Bupati Blitar. [owi/suf]






