Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC memiliki pekerjaan rumah penting untuk bisa kembali bangkit dari rentetan hasil minor, khususnya dalam tiga laga terakhir di BRI Liga 1 2024-2025.
Terlebih tim berjuluk Laksar Sape Kerrab, merupakan tim runner up Liga 1 musim lalu. Apalagi mereka juga dijadwalkan tampil pada ajang internasional, yakni AFC Challenge League 2024.
Hanya saja penampilan mereka pada awal kompetisi cukup memprihatinkan, seiring dengan torehan 1 poin dari tiga laga yang dijalani. Masing-masing bermain imbang 1-1 menjamu Malut United FC, serta dua kali kekalahan melawan PS Barito Putera dan Persita Tangerang.
Kondisi tersebut tentunya menjadi beban moral bagi tim, khususnya bagi sang juru taktik, Widodo Cahyono Putro yang juga sempat mendapat sorotan dan kritik dari kalangan suporter akibat hasil minor.
Termasuk bagi jajaran manajemen yang secara non teknis juga harus membenahi tim. Sebab dengan hasil tersebut, tim kebanggaan suporter Madura Bersatu tercecer di posisi 15 klasemen sementara Liga 1.
Memang predikat sebagai tim runner up kompetisi menjadi ‘beban’ tersendiri bagi Madura United, seiring dengan banyaknya pemain musim lalu yang justru meninggalkan tim untuk kompetisi musim ini, termasuk para pemain bintang yang jadi andalan tim.
Cuci gudang ala ‘Warung Madura’ tentu menjadi salah satu faktor penyebab dari hasil minor yang mereka alami, sekaligus menjadi tugas tersendiri bagi pelatih anyar, artinya harus memulai tim dari awal.
Memulai dari awal dengan komposisi pemain baru tentu bukanlah perkara mudah, khususnya bagi seorang Widodo Cahyono Putro sebagai juru taktik. Apalagi mereka memulai turnamen maupun kompetisi dalam rentang waktu relatif mepet.
Sehingga Coach Wid terus berupa maksimal untuk mengembalikan kejayaan tim asal Pulau Garam, Madura. Termasuk di antaranya komitmen dan fokus memperbaiki performa tim menghadapi laga-laga berikutnya. [pin/beq]






