Surabaya (beritajatim.com) – Gerakan boikot produk yang diduga berafiliasi dengan Israel semakin menguat di Indonesia. Hal ini mendorong masyarakat beralih ke produk lokal, salah satunya air minum dalam kemasan. Berdasarkan survei terbaru dari GoodStats, Le Minerale menjadi pilihan utama konsumen sebagai pengganti produk asing.
Dari 1.000 responden yang dilibatkan dalam survei, sebanyak 47,4% memilih Le Minerale sebagai alternatif. Angka ini menempatkan merek lokal tersebut di posisi teratas, mengungguli merek-merek internasional lainnya.
Peningkatan popularitas Le Minerale sejalan dengan dukungan masyarakat terhadap gerakan boikot. Sebanyak 70,2% responden menyatakan mendukung aksi boikot produk yang berafiliasi dengan Israel. Alasan utama mereka adalah solidaritas terhadap Palestina.
“Masyarakat semakin sadar akan pentingnya mendukung produk lokal dan sekaligus menyuarakan solidaritas terhadap Palestina,” ujar Iip Aditiya, Managing Editor GoodStats.
Dampak Positif bagi Produk Lokal
Para ahli menilai, fenomena ini memberikan dampak positif bagi produk lokal. Sosiolog UIN Sunan Gunung Jati, Dede Syarif, mengatakan bahwa gerakan boikot mendorong masyarakat untuk lebih menghargai produk dalam negeri.
“Orang akan memilih produk yang ada alternatifnya, dan pergeseran ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin bangga dengan produk lokal,” kata Dede.
Senada dengan Dede, Algooth Putranto, Dosen Branding dan Komunikasi dari Universitas Pembangunan Jaya, juga melihat adanya peluang besar bagi produk lokal untuk bersaing di pasar domestik.
“Gerakan boikot ini menjadi momentum bagi produk lokal seperti Le Minerale untuk lebih bersinar,” tegas Algooth.
Survei GoodStats juga mengungkap bahwa mayoritas responden mengetahui gerakan boikot dan telah menghindari produk yang berafiliasi dengan Israel. Selain itu, survei ini juga menunjukkan bahwa gerakan boikot telah mempengaruhi perilaku belanja konsumen. [rea/ian]






