Kediri (beritajatim.com) – Pasangan calon wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri Ferry Silviana Feronica dan Regina Suwono menggelar deklarasi di Memorial Park, pada Kamis 22 Agustus 2024. Mereka akan diusung oleh koalisi Partai Amanat Nasional (5 kursi) dan Partai Nasional Demokrat (NasDem) (4 kursi) sehingga melebihi batas minimal pencalonan dari jalur partai politik.
Berbagai elemen masyarakat hadir dan memberikan dukungan dalam deklarasi ini. Berasal dari pemuka agama, akademisi, Forum RT/RW, pedagang pasar dan kaki lima, pekerja seni, pengusaha, ibu-ibu rumah tangga, disabilitas hingga komunitas Otomotive maupun ojek online.
Ketua DPD PAN Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyebut, keduanya merupakan pasangan yang ideal. Istrinya, Bunda Fey memiliki pengalaman di grassroots, sementara Regina sempat mengemban amanah sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Kediri, bersama PDIP, sebelum akhirnya hijrah ke NasDem.
“Saya kira Bunda Fey dan Mbak Regina ini pasangan yang cocok. Mereka berdua sangat berpengalaman. Mbak Regina di legislatif dan Mbak Fey juga sangat berpengalaman di grass root karena Mbak Fey ini kaitannya dengan PKK, RT, posyandu jadi sangat dekat sekali maka juga saya meyakini insya Allah program-program kebutuhan dari masyarakat akan terselesaikan dalam tempo sesingkat-sesingkatnya,” kata Mas Abu.
Ferry Silviana Feronica dan Regina Nadya Suwono (FREN) adalah duet kepemimpinan yang dibutuhkan Kota Kediri di masa depan. Perpaduan antara pengalaman dan pemahaman masalah perkotaan, dengan visi dan inovasi pembangunan. Sinergi antara pemimpin yang tulus melayani dengan figur dengan empati dan kepedulian yang tinggi. Duet srikandi yang mampu menjaga berlanjutnya prestasi serta harmoni Kota Kediri
Bunda Fey nama panggilan akrab Ferry Silviana Feronica merupakan istri Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar periode 2015-2019 dan 2019-2024. Selama ini dia dikenal dalam upaya pemberdayaan perempuan dan kesejahteraan sosial di Kota Kediri. Setia dan sabar mendampingi Mas Abu menunaikan tugas sebagai Walikota Kediri.
Berbagai kebijakan inovatif Mas Abu, tidak sedikit muncul dari ide alumnus di Universitas Gadjah Mada tersebut. Dia juga seorang konselor laktasi berstandar WHO, Pendidikan itu ia tempuh, semata mata karena keprihatinannya atas minimnya pemahaman ilmu menyusui yang ada di masyarakat.
Bunda Fey pernah menempuh Program Pendidikan eksekutif di Bank Niaga, juga berkarir di Bank swasta regional selama 6 tahun. Belakangan ia menekuni hobi bersepeda, baginya bersepeda juga sekaligus sarana mencari prestasi. Ini merupakan gambaran, bahwa perempuan bisa memiliki banyak peran sekaligus.
Adapun Regina Nadya Suwono adalah pemimpin muda. Regina menyelesaikan pendidikannya di RMIT University, Melbourne, Australia, dengan gelar Bachelor of Communication (Public Relations), dan juga menempuh studi di Universitas Bina Nusantara dengan gelar Sarjana Manajemen.
Regina pernah menduduki kursi sebagai anggota DPRD Kota Kediri. Di luar negeri, Regina juga memiliki pengalaman sebagai staf ahli di Nevada State Senate Office, Amerika Serikat, dan memimpin Yayasan Gina Bhakti Luhung yang fokus pada edukasi, sosial, dan budaya. [nm/ian]






