Surabaya (beritajatim.com)- BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Surabaya melakukan mitigasi bencana soal ancaman banjir rob setinggi 1,4 meter, yang akan terjadi di pesisir laut Surabaya Timur. Banjir itu diperkirakan terjadi mulai 18 – 21 Agustus 2024.
Kepala BPBD Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, pihaknya sudah mengerahkan petugas mitigasi di pesisir laut Surabaya. Petugas tersebut telah menginformasikan potensi banjir rob kepada masyarakat sekitar.
“Rob sudah kita antisipasi, kemarin kita kontrol di pesisir laut Surabaya Timur dan Barat. Lalu petugas stand by di lokasi rawan rob, sampai hari ini,” kata Hebi dikonfirmasi beritajatim.com, Senin (19/8/2024).
Menurut Hebi, selain mengerahkan petugas BPBD di lokasi rawan rob, dirinya juga telah menyosialisasikan kewaspadaan kepada warga pesisir. “Petugas terus mengontrol ketinggian air laut sampai hari ini. Masyarakat pesisir juga sudah kami informasikan dan mereka beradaptasi,” jelasnya.
Hebi mengaku sudah mengambil ancang-ancang terkait potensi banjir rob. Kata dia, akan berubah menjadi riskan apabila datangnya rob ini disertai turunnya hujan.
“Susahnya itu nanti ketika rob datang bersamaan dengan hujan di Surabaya. Air nanti akan meluap hingga ke jalan raya, tapi ini sudah kita antisipasi optimal dengan penerapan pompa, dan pendalaman dasar sungai,” rinci Kepala BPBD itu.
Perkembangan potensi rob hingga saat ini, menurut Hebi, masih terpatau aman. Belum ada air meluber hingga membanjiri ruas-ruas jalan raya. “Masih terpantau aman. Mudah-mudahan sampai nanti tetap aman dan tidak terjadi apa-apa,” tutup Hebi.
Diketahui sebelumnya, Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya mengeluarkan peringatan waspada banjir rob yang berpotensi mencapai ketinggian 1,4 meter di wilayah pesisir Jawa Timur, termasuk Surabaya Timur dan area Pelabuhan Surabaya.
Banjir rob diperkirakan terjadi pada 18 hingga 21 Agustus 2024, terutama pada pukul 09.00 hingga 12.00 WIB malam. [ram/suf]






