Malang (beritajatim.com) – Upacara 17 Agustusan Universitas Negeri Malang (UM) berlangsung dengan begitu meriah di Stadion Graha Cakrawala. Terlihat sivitas akademika, Rektor UM dan jajarannnya menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.
Menariknya, peringatan 17 Agustus di UM bersamaan dengan dibukanya Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB). Sekitar 12 ribu mahasiswa baru (maba) jenjang S1, Diploma, dan Pascasarjana mengikuti upacara dan pembukaan PKKMB.
Direktur Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa prosesi PKKMB memang selalu bersamaan dengan upacara 17 Agustus. PKKMB UM dimulai pada 17 Agustus ditutup pada 23 Agustus 2024.
“Dibuka secara simbolis oleh Rektor dengan pemasangan topi dan selempang dari setiap fakultas yang ada. Mahasiswa yang dipilih itu merupakan perwakilan dari masing masing fakultas, seluruh fakultas itu sudah kita pilih satu laki-laki dan satu perempuan,” ujar Dr. Heni..
Dijelaskan Heni Kusniati, maba S1 dan S2 total secara keseluruhan hampir 12 ribu. Sementara itu, mahasiswa baru S1 dan Diploma 4 saja, total 10.400, sisanya maba S2 dan S3.
“PKKMB di bagi dua, ada pembinaan tingkat universitas dan tingkat fakultas. Tingkat universitas diadakan selama dua hari, Senin dan Selasa depan. Ada juga tingkat fakultas. Nanti, setelah penutupan ada kegiatan lain yang merupakan sisa rangkaian PKKMB, yaitu pembinaan character building pada sabtu depan,” ujar Heni.
Dijelaskan Direktur Kemahasiswaan dan Alumni ini bahwan pendidikan karakter disesuaikan dg kebutuhan masing masing fakultas. Misalnya FMIPA dengan karakter scientist maka pembinaan karakter diarahkan pada karakter yang scientific.
“Ada tokoh nasional dan internasional kita ajak ke sini. Salah satunya Jonathan, dari Singapura, yg peduli dengan PKKMB atau kemahasiswaan, Jonathan adalah CEO dari PT Sinakas,” tutupnya.
Rektor UM, Prof Hariyono, M.Pd., menjelaskan bahwa melalui PKKMB mahasiswa UM diberikan bekal untuk berproses dalam melaksanakan tridharma perguruan tinggi. Diharapkan kelak menjadi lulusan yang memiliki kedalaman ilmu, keluhuran akhlak, cinta tanah air, dan berdaya saing global serta bisa menjadi pemimpin dan tulang punggung Indonesia ke depan.
“Bersamaan dengan Upacara hari kemerdekaan ini kita menerima para mahasiswa baru UM yang berjumlah sekitar 11.000 orang. Mereka akan mulai pendidikan dan pembelajaran di kampus kita tercinta,” ujar Rektor..
Pihaknya berpesan agar maba diberikan bekal keilmuan sesuai dengan bidangnya masing-masing sehingga maba UM ini setelah lulus nanti menjadi orang yang memiliki integritas dan moralitas dalam menjalankan kehidupan. Lulusan UM diharapkan mampu memecahkan masalah yang ada secara kritis dan inovatif, disamping memiliki pengetahuan yang luas dan ketrampilan yang memadai.
“Selamat datang kepada saudara-saudara mahasiswa baru, jadikanlah belajar di UM menjadi prioritas yang pertama. UM dengan motto ‘Excellent in learning Innovation’ akan mendidik para mahasiswa secara humanis, holistik, kritis dan innovatif,” tutupnya.

Pada upacara ini juga sampaikan agar setiap warga UM dapat menginternalisasi tema lustrum ke-14 UM yaitu ‘Sehat, Bahagia, dan Prestasi Mendunia’. Sehat diartikan bukan semata-mata kesehatan jasmani tetapi kesehatan berpikir dalam berkarya dan berinovasi.
“Kita harus selalu dapat menjunjung tinggi integritas akademik kita, selalu bekerja keras untuk mewujudkan visi UM sebagai Perguruan Tinggi unggul dan rujukan. Bahagialah menjadi bagian dari UM, bahagia menghasilkan karya-karya akademik yang inovatif sehingga prestasi UM dapat dikenal di dunia,” ungkapnya.
Menurut Rektor dengan sehat dan bahagia akan dapat menghasilkan karya-karya inovatif, mengembangkan kreativitas, dan berprestasi. “Kita ingin prestasi para mahasiswa, dosen, dan tendik dikenal oleh masyarakat Indonesia dan dunia,” tutup Prof Hariyono.
Salah satu Peserta PKKMB dari Fakultas MIPA, Qurrota A’Yun Nur Safitri merasa bahwa pembukaan PKkMB sangatlah seru. Ia merasa tidak salah memilih UM karena kampus pendidikan terbaik dan sesuai keinginan yang dicita-citakan selama ini.
“PKKMB-nya bagus, kerren, dan saya bangga bisa menjadi bagiaj dari UM lewat jalur mandiri. Untuk persiapan PKKMBnya saya lakukan dengan santai dan seru, saya nanti juga kut papermob,” ujar perempuan asal Mojokerto tersebut.
Hal senada disampaikan oleh maba UM asal Jakarta, Andika Bagus. “Malang adem, UM kampusnya bikin betah, panas dikit tapi tidak berpengaruhlah,” ujar mahasiswa dari program studi Sains Aktuaria, FMIPA tersebut. [dan/beq]






