Gresik (beritajatim.com) – Angka kemiskinan di Kabupaten Gresik terus menurun berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur tahun 2024. Dalam data tersebut, tercatat persontase angka kemiskinan di Kabupaten Gresik berada di angka 10,32% atau sebanyak 142.390 jiwa.
Angka tersebut, turun dari angka 12,42% atau sebanyak 166.350 jiwa diawal Bupati Fandi Akhmad Yani (Gus Yani), dan Wabup Aminatun Habibah Bu Min menjabat tahun 2021. Dimana prosentasenya turun 10,96% (149,750 jiwa) di tahun 2023.
Seperti diketahui, kemiskinan di wilayah Gresik sempat menggila saat covid melanda. Namun, seiring dengan komitmen mengentas kemiskinan pasca covid terbukti mampu dilakukan.
Jika dibandingkan dengan angka kemiskinan di Provinsi Jawa Timur, selama tiga tahun terakhir. Kabupaten Gresik berhasil menunjukkan penurunan kemiskinan yang lebih signifikan sebesar 2,10% sejak tahun 2021 hingga 2024. Sementara itu, Provinsi Jawa Timur berhasil menurunkan angka kemiskinan sebesar 1,61% dalam periode yang sama.
Menurunnya kemiskinan tersebut, juga tidak lepas dari upaya kabupaten ini melakukan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga non pemerintah, serta sektor kesehatan, pendidikan dan ekonomi. “Selama tiga tahun terakhir tren kemiskinan di wilayah Gresik terus mengalami penurunan,” tegas Wabup Aminatun Habibah, Senin (12/8/2024).
Wabup perempuan pertama di Gresik menambahkan, sejak dirinya mengawali sebagai orang kedua di Gresik. Terhitung sejak 2021 prosentaae kemiskinan di Gresik menurun 2,1% pada 2024. “Semua capaian tersebut menjadi satu tren positif dan menambah motivasi kami. Terlebih standart garis kemiskinan Gresik (berdasarkan pengeluaran perbulan) pada Maret 2024 sebesar Rp608.828/bulan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan garis kemiskinan Provinsi Jawa Timur yang di angka Rp536.122/bulan.
“Ini berarti, walaupun dengan standar garis kemiskinan lebih tinggi dibandingkan Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Gresik berhasil menjaga tren penurunan angka kemiskinannya tetap dibawah angka kemiskinan Provinsi Jawa Timur,” imbuhnya.
Upaya mengentas kemiskinan itu kata dia, tanpa henti dilakukan dengan sinergi baik antar OPD di lingkungan maupun dengan instansi/pihak lain.
“Program bantuan langsung tunai secara rutin disalurkan kepada keluarga yang sangat membutuhkan, dengan tujuan memenuhi kebutuhan dasar mereka dan meningkatkan daya beli. Selain itu, pelatihan keterampilan kerja diberikan kepada masyarakat kurang mampu, membantu mereka memperoleh pekerjaan yang lebih baik dan berkelanjutan,” pungkas Bu Min sapaan akrabnya. [dny/kun]






