Gresik (beritajatim.com) – Ratusan anggota Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Gresik berangkat ke Jakarta. Mereka curhat soal status yang tidak jelas sebagai perangkat desa ke DPR RI di agenda Silaturahmi Nasional (Silatnas) III yang digelar besok Rabu (23/1).
Ketua PPDI Kabupaten Gresik asal Kecamatan Menganti, Heri menuturkan, tujuan keberangkatan ke Jakarta untuk memastikan status dari perangkat desa. Serta mengusulkan beberapa hal seperti tunjangan keluarga dan jaminan kesehatan.
“Jadi nanti pertemuan dengan DPR RI, kami ingin memperjelas status perangkat desa. Apa sebagai PNS, PPPK, atau yang lain. Juga beberapa hal yang berkaitan dengan hak kesejahteraan kami sebagai perangkat desa,” tuturnya, Selasa (22/01/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”perangkat-desa”]
Heri menambahkan, semula kegiatan Silatnas III ini diadakan di Istana Merdeka Jakarta. Namun, karena ada beberapa hal dialihkan di gedung DPR RI sesuai edaran surat dari Ketua Umum PPDI, Moh Tahril. “Di agenda itu akan dihadiri PPDI seluruh Indonesia. Dari kegiatan itu, kami sepakat menanyakan status kejelasan perangkat desa yang sudah puluhan tahun mengabdi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Gresik, Abu Hasan mengatakan, di momen spesial ini dirinya berharap bisa mengenalkan Gresik di kancah nasional. “Saya berharap saat bertemu dengan anggota PPDI se-Indonesia, segala hal yang positif tentang Gresik, sampaikan pada mereka. Sehingga nanti dapat ditiru oleh kabupaten/kota lainnya,” katanya.
Abu Hasan juga menyatakan usai mengikuti agenda nasional ini. Harapannya, dapat membawa hal positif, sehingga dapat bekerja selaras dengan program pemerintah daerah diantaranya Desa Siap dan Gresik Akas. “Perangkat desa yang berangkat ada 194 orang. Mereka merupakan perwakilan dari desa yang tersebar di Kabupaten Gresik,” tandasnya. [dny/kun]






