Jombang (beritajatim.com) – Petani semangka di Desa Rejoagung Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang meraup untun di musim panen ini. Pasalnya, Harga jual stabil dan hasil panen maksimal. Segarnya cuan pun dirasakan oleh petani, salah satunya Siman (58), warga setempat.
Siman sedang sibuk memetik semangka di lahan miliknya, Kamis (8/8/2024). Agar terhindar dari sengatan matahari, siman mengenakan topi lebar khas petani, serta kaus lengan Panjang. Siman juga membawa keranjang berukuran besar.
Semangka yang barusan ia petika dimasukkan alam keranjang tersebut. Setelah keranjang penuh, Siman memanggulnya untuk dibawa ke tepi jalan. Nah, di tepi jalan itu kendaraan untuk mengangkut buah segar sudah siap.
Siman tidak sendiri. Dia dibantu oleh para pekerja lainnya. Di tengah tanaman semangka, mereka terkadang merunduk untuk memeti semangka. Lalu menegakkan badan untuk memasukkan semangka ke dalam keranjang.
“Alhamdulillah, hasil panen di musim kemarau ini sangat bagus. Saya menanam semangka jenis Bali Flower. Per 1.400 meter persegi dibeli Rp9 juta-an,” kata Siman sembari menunjukkan semangka yang dimaksud.
Siman menjelaskan, lahan miliknya seluas 4.200 meter persegi. Dari luasan tersebut, biaya yang dikeluarkan mulai tanam sampai panen kisaran Rp12 juta. Lahan tersebut mampu menghasilkan semangka 7-8 ton.
Maklum saja, tahun ini cuaca sangat mendukung. Tanaman semangka juga terbebas dari serngan hama. Sehingga harga buah manis segar tersebut jauh lebih baik di banding tahun lalu. “Kami mendapatkan untung,” ujarnya.
Bos buah asal Kediri, Naryo mengatakan, dirinya membeli semangka di Desa Rejoagung Kecamatan Ploso seluas lima hektar. Oleh Naryo, semangka tersebut dijual lagi ke pengepul yang ada di Pati Jawa Tengah dan Tuban Jawa Timur.
“Semangka yang banyak peminatnya adalah jenis Inul Merah dan Bali Flower. Sementara ini kita kirim ke dua tempat, yakni Pati Jawa Tengah dan Tuban. Permintaan masih itu saja,” kata pria asal Kediri ini. [suf]






